Kepanikan di Ajax: Kritik Tajam pada Maarten Paes dan Sinyal Perombakan Besar Musim Depan
Kepanikan di Ajax: Kritik Tajam pada Maarten Paes dan Sinyal Perombakan Besar Musim Depan

Kepanikan di Ajax: Kritik Tajam pada Maarten Paes dan Sinyal Perombakan Besar Musim Depan

Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | Ajax Amsterdam kembali menjadi sorotan tajam usai hasil imbang 2-2 melawan PSV Eindhoven pada pekan ke-32 Eredivisie. Pertandingan yang berlangsung di Johan Cruyff Arena ini tidak hanya menambah tekanan pada kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, tetapi juga menimbulkan spekulasi serius mengenai perombakan skuad musim depan, termasuk kemungkinan melibatkan bintang eks Manchester United.

Kritik Mengganjal pada Penampilan Maarten Paes

Sejak bergabung pada Februari 2026, Paes telah mencatat sembilan penampilan untuk Ajax dengan total sembilan gol kebobolan dan empat clean sheet. Meskipun pernah memberikan penampilan gemilang, terutama dalam laga melawan NAC Breda yang berakhir clean sheet, performa terakhirnya menimbulkan keraguan. Dalam laga melawan PSV, Paes kebobolan dua gol—gol cepat pada menit ke-35 melalui Ricardo Pepi dan gol penyeimbang di menit ke-77 lewat Myron Boadu—tanpa mencatat satu penyelamatan signifikan.

Kritik datang dari mantan pemain Ajax, Kenneth Perez, yang menilai Paes belum mampu menahan tekanan di bawah mistar gawang Ajax. “Kiper itu tidak terlalu hebat,” ujar Perez dalam program televisi, menambahkan bahwa Paes tampak tertekan dan sering kehilangan bola secara tidak perlu. Analisis lain dari Hugo Borst, seorang analis ESPN Nederland, menegaskan bahwa Paes terlalu sering kehilangan penguasaan bola, menilai hal tersebut “memalukan” bagi seorang kiper yang diharapkan serba bisa di era modern.

Sinyal Perombakan Besar di Ajax

Hasil imbang tersebut membuat Ajax masih berada di posisi keempat klasemen dengan 55 poin, dengan hanya dua pertandingan tersisa. Untuk kembali bersaing memperebutkan tiket Liga Champions, manajemen Ajax diprediksi akan melakukan langkah drastis dalam bursa transfer. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Ajax tengah memantau beberapa nama besar, termasuk eks pemain Manchester United yang dapat mengisi kebutuhan lini belakang dan lini serang.

Beberapa nama yang disebut-sebut antara lain:

  • Jesse Lingard (eks Manchester United, penyerang serba guna) yang diperkirakan tersedia pada akhir musim.
  • Victor Lindelöf (bek berpengalaman) yang dinilai dapat menambah kedalaman pada lini pertahanan.
  • Paul Pogba (gelandang kreatif) yang meski belum pasti, namun menjadi incaran klub-klub Eropa.

Selain itu, nama-nama lokal seperti bintang Timnas Indonesia Maarten Paes juga menjadi bagian penting dalam rencana perombakan. Jika Ajax memutuskan untuk mengganti Paes dengan kiper berpengalaman, hal ini dapat membuka peluang bagi Paes untuk kembali ke klub asal atau mencari tantangan baru di liga lain.

Dampak Terhadap Timnas Indonesia

Paes tidak hanya menjadi sorotan di level klub, namun juga menjadi figur penting bagi Timnas Indonesia. Keberhasilannya di Ajax dipandang sebagai indikator kesiapan Indonesia di panggung internasional. Kritik yang terus menggelayuti penampilannya dapat memengaruhi kepercayaan diri Paes menjelang kompetisi internasional, termasuk Piala Asia 2027.

Namun, ada sisi positif. Paes baru-baru ini dinobatkan sebagai Kiper Terbaik dalam ajang PSSI Awards 2026, menandakan pengakuan atas kontribusinya di level nasional. Penghargaan ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi Paes untuk memperbaiki performa di Ajax dan meningkatkan reputasi Indonesia di kancah Eropa.

Prospek Musim Depan dan Rencana Strategis Ajax

Manajemen Ajax diperkirakan akan mengevaluasi kembali kebijakan perekrutan kiper. Jika Paes dinyatakan tidak memenuhi standar klub, Ajax dapat beralih ke opsi lain, baik dengan mengontrak kiper berpengalaman atau mengembangkan talenta muda dari akademi. Di sisi lain, Ajax juga harus menyeimbangkan kebutuhan taktis dengan regulasi pemain asing dalam Eredivisie, yang membatasi jumlah pemain non-EU.

Perombakan yang diprediksi tidak hanya menyentuh posisi kiper, tetapi juga lini tengah dan serang. Penguatan lini belakang dengan bek berpengalaman serta penambahan gelandang kreatif dapat meningkatkan stabilitas tim, sementara penyerang yang memiliki pengalaman di liga top Eropa dapat menambah daya serang Ajax.

Secara keseluruhan, pertandingan melawan PSV menjadi titik balik bagi Ajax. Kritik tajam pada Maarten Paes menambah beban mental bagi sang kiper, sementara sinyal perombakan pemain menimbulkan ekspektasi tinggi di antara pendukung Ajax. Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi klub dalam menata kembali skuadnya, menjaga posisi di Eredivisie, serta kembali bersaing di kancah Liga Champions.