Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Republikorp Group, perusahaan industri pertahanan dalam negeri, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Baykar, produsen drone asal Turkiye. Kerja sama ini menargetkan pengadaan dan pengembangan drone tempur generasi terbaru, Bayraktar Kizilelma, untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia.
Bayraktar Kizilelma merupakan varian terbaru dalam keluarga drone Bayraktar. Drone ini dilengkapi dengan sistem avionik canggih, daya jelajah hingga 2.000 km, dan kemampuan membawa muatan tempur hingga 1.500 kg. Fitur-fitur utama meliputi:
- Sensor multi-spektral untuk deteksi dan pelacakan target.
- Komunikasi data link berkecepatan tinggi.
- Kemampuan operasi otonom maupun remote‑piloted.
Dengan mengimpor Kizilelma, Indonesia berencana membangun basis produksi lokal. Republikorp Group akan mengadaptasi teknologi tersebut, melatih tenaga kerja Indonesia, serta mengembangkan varian yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan militer nasional.
Strategi ini diharapkan memberikan beberapa manfaat strategis:
- Pengurangan ketergantungan pada sistem senjata asing.
- Peningkatan kemampuan ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance) di wilayah perbatasan.
- Penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi bagi industri pertahanan dalam negeri.
Pemerintah menargetkan fase pertama pengadaan selesai dalam dua tahun ke depan, dengan produksi lokal dimulai setelah transfer teknologi selesai. Tantangan yang dihadapi meliputi standar keamanan siber, integrasi dengan sistem pertahanan yang sudah ada, serta kebutuhan pendanaan yang signifikan.
Jika berhasil, kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi kolaborasi serupa di sektor pertahanan, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kedaulatan udara melalui solusi teknologi tinggi.




