Ketegangan Pecah di Thamrin! Polisi Lapis Pertama dan TNI Lapis Kedua Hadang Demo Mahasiswa
Ketegangan Pecah di Thamrin! Polisi Lapis Pertama dan TNI Lapis Kedua Hadang Demo Mahasiswa

Ketegangan Pecah di Thamrin! Polisi Lapis Pertama dan TNI Lapis Kedua Hadang Demo Mahasiswa

Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jalan Thamrin, pada hari Rabu. Aksi tersebut segera dihadang oleh aparat keamanan yang menyiapkan dua lapisan penghalang: satu lapisan yang dikelola oleh kepolisian dan lapisan kedua yang dioperasikan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Barikade pertama yang dibangun oleh polisi dilapisi dengan kendaraan lapis baja, jalur air, dan petugas bersenjata ringan. Setelah melewati penghalang ini, demonstran harus menghadapi barikade kedua yang dikerahkan oleh satuan infanteri TNI, lengkap dengan perisai, helm, serta kendaraan lapis baja tambahan.

  • Polisi Lapis Pertama: kendaraan lapis baja, jalur air, petugas bersenjata.
  • TNI Lapis Kedua: infanteri, perisai, helm, kendaraan lapis baja.

Akibat pengamanan ketat tersebut, hanya lima mahasiswa yang berhasil menembus kedua lapisan barikade. Sisanya terpaksa berbalik atau ditahan oleh aparat. Polisi menyatakan tindakan tersebut diperlukan untuk mencegah kerusuhan dan melindungi properti publik, sementara perwakilan TNI menegaskan peran mereka adalah menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Demonstran menuntut perubahan kebijakan pendidikan dan menyoroti isu-isu sosial yang dianggap mengabaikan aspirasi generasi muda. Beberapa mahasiswa mengkritik penggunaan barikade berlapis, menyebutnya sebagai tindakan yang berlebihan dan dapat memicu benturan fisik.

Ketegangan di Thamrin menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik tentang kebebasan berpendapat dan hak berkumpul. Pengamat keamanan menilai bahwa penempatan barikade dua lapis dalam konteks demonstrasi damai dapat meningkatkan risiko konfrontasi.

Pihak kepolisian dan TNI belum mengumumkan jumlah penangkapan resmi, namun laporan media menyebutkan puluhan mahasiswa ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Situasi di kawasan tersebut dipantau terus-menerus oleh media dan organisasi hak asasi manusia.