Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kehadiran akademisi dan pakar kepolisian yang berasal dari kalangan sipil dalam proses reformasi kepolisian Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara institusi kepolisian dan unsur sipil dapat meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas lembaga.
Beberapa poin utama yang diutarakan antara lain:
- Penguatan kapasitas investigasi melalui pemanfaatan keahlian ilmiah dan riset dari akademisi.
- Penanaman budaya pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
- Peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian melalui keterlibatan pihak independen.
- Pengembangan kebijakan berbasis data yang dapat menanggulangi tantangan keamanan secara lebih efektif.
Ketum GP Ansor menegaskan bahwa kehadiran pakar sipil bukan berarti mengurangi peran polisi, melainkan melengkapi dengan perspektif yang berbeda. Ia juga menyoroti pentingnya program pelatihan bersama serta forum diskusi reguler antara polisi dan pakar sipil untuk menciptakan sinergi yang konstruktif.
Dalam kesempatan tersebut, ia menambahkan bahwa dukungan masyarakat sipil, termasuk organisasi kepemudaan seperti GP Ansor, sangat vital dalam mengawal proses reformasi. Dengan mengintegrasikan keahlian dari bidang hukum, kriminologi, teknologi informasi, dan ilmu sosial, diharapkan kepolisian dapat beradaptasi dengan dinamika zaman serta menegakkan keadilan secara lebih merata.
Harapan akhir dari pandangan tersebut adalah terbentuknya kepolisian yang tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga responsif terhadap aspirasi warga, transparan dalam tindakan, dan akuntabel dalam setiap kebijakan yang diambil.




