Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya Musyawarah Nasional Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Konbes NU) 2026 yang akan dilaksanakan di Kediri. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi wadah strategis bagi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia untuk merumuskan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi umat dan bangsa.
Khofifah menambahkan bahwa tantangan era modern, mulai dari dinamika sosial, ekonomi, hingga isu-isu keagamaan, memerlukan respons yang terintegrasi. “Munas Konbes NU 2026 harus mampu menghasilkan kebijakan dan rekomendasi yang tidak hanya relevan bagi anggota Nahdlatul Ulama, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan kemajuan bangsa secara keseluruhan,” ujarnya.
Beberapa poin kunci yang diharapkan dapat dibahas dalam Munas antara lain:
- Peningkatan peran ulama dan pesantren dalam pendidikan karakter generasi muda.
- Strategi penanggulangan radikalisme dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama.
- Pemberdayaan ekonomi umat melalui program kewirausahaan berbasis komunitas.
- Penguatan kebijakan sosial yang memperhatikan kesejahteraan keluarga dan perempuan.
Selain itu, Khofifah menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil. Ia berharap Munas Konbes NU 2026 dapat menjadi platform dialog yang inklusif, sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara efektif oleh semua pihak terkait.
Acara Munas Konbes NU 2026 dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, dengan partisipasi tokoh-tokoh senior Nahdlatul Ulama, akademisi, serta perwakilan pemerintah daerah dan pusat. Diharapkan, hasil musyawarah ini akan dituangkan dalam sebuah dokumen resmi yang menjadi acuan kebijakan keagamaan dan sosial selama lima tahun ke depan.




