Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah laporan menilai kinerja Menteri Investasi dan Pekerjaan Umum, Bahlil Lahadalia. Partai Golkar menegaskan bahwa evaluasi tersebut harus didasarkan pada data faktual mengenai ketersediaan energi nasional.
Fakta Energi Nasional
- Produksi listrik mencapai 221,6 TWh pada tahun 2023, meningkat 3,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Cadangan gas alam diperkirakan sebesar 10,4 Tcf, dengan 2,1 Tcf sudah dieksploitasi.
- Energi terbarukan menyumbang 12,5% dari total bauran energi, dengan fokus pada pembangkit tenaga surya dan angin.
Pernyataan Golkar
Tokoh senior Partai Golkar menegaskan, “Kami tidak mengabaikan fakta ketersediaan energi nasional. Data di atas menunjukkan bahwa kebijakan transisi energi yang digulirkan oleh kementerian telah memberikan dampak positif di lapangan.” Golkar menambahkan bahwa penilaian kinerja harus mempertimbangkan indikator‑indikator tersebut.
Tanggapan Bahlil
Bahlil Lahadalia menanggapi pernyataan Golkar dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mempercepat transisi energi. Ia menyoroti program “Indonesia Energy 2025” yang menargetkan peningkatan kapasitas energi terbarukan sebesar 30%.
Indikator Kunci Kinerja Kementerian
| Indikator | Target 2025 | Realita 2023 |
|---|---|---|
| Peningkatan Kapasitas Terbarukan | 30% dari baunan energi | 12,5% |
| Rasio Cadangan Gas Terpakai | 20% dari total cadangan | 20,2% |
| Peningkatan Produksi Listrik | +5% tahunan | +3,2% |
Dengan data tersebut, Golkar berpendapat bahwa kinerja Bahlil di kementerian tidak dapat dinilai secara sempit tanpa mempertimbangkan konteks energi nasional yang lebih luas.




