Perkuat Ketahanan Pangan, Pusri Jamin Ketersediaan Pupuk di Sumatera Barat
Perkuat Ketahanan Pangan, Pusri Jamin Ketersediaan Pupuk di Sumatera Barat

Perkuat Ketahanan Pangan, Pusri Jamin Ketersediaan Pupuk di Sumatera Barat

Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Pemerintah melalui Perum Perusahaan Umum Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memastikan pasokan pupuk tetap stabil di Provinsi Sumatera Barat. Langkah ini diambil mengingat peran penting sektor pertanian daerah dalam menyumbang produksi pangan utama seperti padi, jagung, dan sayuran.

Sinergi antara Pusri dan Pemerintah Daerah

Pusri bekerja sama erat dengan Dinas Pertanian Sumatera Barat serta lembaga‑lembaga terkait untuk mengoptimalkan jaringan distribusi. Melalui koordinasi rutin, pihak terkait dapat memantau kebutuhan pupuk di tiap kecamatan, sehingga pengiriman dapat disesuaikan secara tepat waktu.

Strategi Penjaminan Ketersediaan Pupuk

  • Penambahan stok pupuk urea, NPK, dan pupuk organik di gudang‑gudang regional.
  • Penggunaan sistem logistik berbasis teknologi informasi untuk melacak pergerakan barang.
  • Pengiriman langsung ke agen pertanian dan koperasi tani guna mengurangi jarak distribusi.
  • Pemberian subsidi pupuk bagi petani kecil melalui skema bantuan pemerintah.

Dampak terhadap Produktivitas Pertanian

Dengan pasokan pupuk yang lebih terjamin, petani di Sumatera Barat dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan. Data awal menunjukkan kenaikan produktivitas padi hingga 12 % pada musim tanam pertama setelah program ini dijalankan.

Kategori Pupuk Stok Awal (ton) Stok Akhir (ton)
Urea 45.000 52.300
NPK 30.500 38.700
Pupuk Organik 12.200 15.800

Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menstabilkan harga di pasar lokal, sehingga konsumen mendapatkan manfaat langsung. Pusri menegaskan bahwa program distribusi ini akan terus dipantau dan disesuaikan sesuai kebutuhan lapangan.

Ke depan, kerja sama lintas sektoral akan diperkuat untuk memperluas jangkauan layanan, termasuk pelatihan penggunaan pupuk secara tepat guna bagi petani, sehingga efisiensi penggunaan bahan kimia dapat maksimal.