Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Perum Bulog baru saja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 pada 10 Mei 2026. Perayaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meninjau kembali kontribusi lembaga dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di wilayah beranda utara Indonesia.
Selama beberapa tahun terakhir, Bulog meningkatkan kapasitas gudang strategis di provinsi‑provinsi pantai Utara, memperluas jaringan distribusi, serta menstabilkan harga beras melalui operasi pasar terbuka. Upaya ini bertujuan menjamin ketersediaan bahan pangan pokok bagi penduduk yang rentan terhadap fluktuasi pasar global.
Berikut rangkuman kegiatan utama Bulog di kawasan beranda utara pada tahun 2025‑2026:
- Peningkatan kapasitas penyimpanan sebesar 15 % dengan menambah 2 juta ton ruang gudang di Sumatera Utara, Aceh, dan Kepulauan Riau.
- Distribusi beras subsidi sebanyak 3,2 juta ton ke 12 provinsi melalui program Bantuan Pangan Non‑Tunai (BPNT) dan program beras murah.
- Pengoperasian pasar terbuka pada 48 lokasi strategis untuk menstabilkan harga pasar lokal.
Data kuantitatif yang tercatat selama periode tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
| Provinsi | Stok Gudang (ton) | Distribusi (ton) |
|---|---|---|
| Aceh | 450.000 | 340.000 |
| Sumatera Utara | 620.000 | 410.000 |
| Kepulauan Riau | 300.000 | 210.000 |
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta petani lokal. Bulog terus mengoptimalkan teknologi manajemen rantai pasok, seperti sistem monitoring suhu gudang secara real‑time, untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga.
Ke depan, Bulog berencana memperluas program digitalisasi pemesanan beras melalui aplikasi mobile, memperkuat jaringan distribusi di daerah terpencil, serta meningkatkan cadangan strategis hingga 5 juta ton menjelang 2028. Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat menambah ketahanan pangan nasional sekaligus menurunkan risiko kelaparan di wilayah beranda utara.




