Kombes I Made Agus Resmi Jabat Dirgakkum, Korlantas Fokus pada Penegakan Hukum Humanis dan Optimalisasi ETLE
Kombes I Made Agus Resmi Jabat Dirgakkum, Korlantas Fokus pada Penegakan Hukum Humanis dan Optimalisasi ETLE

Kombes I Made Agus Resmi Jabat Dirgakkum, Korlantas Fokus pada Penegakan Hukum Humanis dan Optimalisasi ETLE

Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Kombes Pol I Made Agus Prasatya resmi mengemban jabatan Direktur General Korlantas Polri (Dirgakkum) setelah menerima serah terima dari Brigjen Pol Faizal. Upacara serah terima berlangsung di kantor pusat Korlantas Polri, menandai pergantian kepemimpinan dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas nasional.

Dalam sambutannya, Kombes I Made Agus menegaskan komitmen untuk mengubah pendekatan penegakan hukum menjadi lebih humanis, berlandaskan pada edukasi, penyuluhan serta penggunaan teknologi canggih. Ia menambahkan bahwa fokus utama masa jabatan ini adalah memperkuat rasa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Beberapa prioritas strategis yang diuraikan meliputi:

  • Penerapan penegakan hukum yang mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif, mengurangi tindakan represif yang berpotensi menimbulkan ketegangan.
  • Optimalisasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk mempercepat proses penindakan pelanggaran tanpa menimbulkan kemacetan.
  • Peningkatan kapasitas aparat melalui pelatihan intensif tentang komunikasi efektif dan penanganan situasi sensitif.
  • Penguatan kolaborasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil.

ETLE, yang memanfaatkan kamera dan sensor otomatis, diharapkan dapat menurunkan tingkat pelanggaran seperti tidak memakai helm, melanggar batas kecepatan, dan penggunaan jalur khusus. Kombes I Made Agus menambahkan bahwa data yang dihasilkan ETLE akan diintegrasikan ke dalam sistem analitik kepolisian untuk merumuskan kebijakan yang berbasis bukti.

Selain itu, Korlantas Polri akan meluncurkan program penyuluhan massal yang menargetkan pelaku jalan raya, terutama di wilayah rawan kecelakaan. Program ini mencakup penyebaran materi edukatif melalui media sosial, televisi, dan kerja sama dengan komunitas pengendara.

Dengan kombinasi pendekatan humanis dan teknologi ETLE, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap peraturan yang berlaku.