Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Sejumlah ratusan korban melaporkan bahwa mereka telah menjadi sasaran penipuan yang menyamarkan diri sebagai peluang investasi perdagangan buah dan sayur. Menurut data yang dihimpun, total kerugian mencapai sekitar Rp 17 miliar dan melibatkan sekitar 150 orang.
Modus operandi pelaku biasanya dimulai dengan menghubungi calon korban melalui media sosial atau aplikasi pesan pribadi, menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat melalui penanaman modal pada usaha pertanian yang dijanjikan. Korban diminta menyetorkan dana ke rekening pribadi atau dompet digital, dengan janji akan diberikan laporan keuangan dan hasil panen yang menguntungkan.
Setelah dana diterima, pelaku memberikan bukti palsu berupa foto kebun, sertifikat lahan, atau laporan penjualan yang tampak resmi. Pada tahap selanjutnya, pelaku meminta tambahan investasi untuk memperluas skala usaha atau mengatasi “kendala logistik”. Namun, pada akhirnya tidak ada pengembalian dana maupun hasil penjualan yang sesungguhnya.
- Profil korban: Mayoritas merupakan warga kelas menengah yang memiliki tabungan terbatas dan tertarik pada peluang usaha agrikultur.
- Jumlah kerugian: Diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.
- Jumlah korban: Sekitar 150 orang.
Polisi setempat telah membuka penyelidikan dan menyiapkan tim khusus untuk melacak jejak digital pelaku. Kepala Unit Reserse Kriminal mengungkapkan bahwa proses identifikasi masih berlangsung karena pelaku menggunakan nomor virtual dan akun media sosial yang berubah-ubah.
Para korban secara bersamaan menuntut agar aparat kepolisian mempercepat proses penangkapan dan menuntut pelaku secara hukum. Mereka berharap agar kasus ini menjadi peringatan bagi publik agar lebih berhati-hati dalam menanggapi tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa dasar yang jelas.
Jika Anda atau orang terdekat Anda pernah menerima tawaran serupa, disarankan untuk melaporkan segera ke pihak berwajib dan tidak mentransfer dana lebih lanjut.







