Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan bahwa pencapaian kekuatan fiskal bukanlah tujuan akhir bagi Indonesia. Menurut anggota komisi, negara harus beralih menjadi ekonomi yang produktif dan mandiri, terutama di tingkat daerah.
Dalam rapat kerja yang diadakan pada … (tanggal tidak disebutkan), Komisi II menyoroti pentingnya meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, serta memperkuat inovasi dan teknologi. Penekanan diberikan pada peran daerah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
- Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.
- Mendorong investasi pada sektor manufaktur dan teknologi tinggi.
- Memperkuat kebijakan yang mendukung kemandirian pangan dan energi.
- Menumbuhkan ekosistem bisnis yang memudahkan UMKM mengakses pasar nasional dan internasional.
- Memastikan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
Komisi II juga mengingatkan bahwa ketergantungan pada pendapatan fiskal semata dapat menimbulkan risiko jangka panjang, terutama bila terjadi fluktuasi ekonomi global. Oleh karena itu, diversifikasi basis ekonomi dan peningkatan nilai tambah produk dalam negeri menjadi prioritas.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan meliputi penyusunan roadmap produktivitas daerah, peningkatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta penguatan lembaga riset dan inovasi. Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan Indonesia tidak hanya kuat secara fiskal, tetapi juga mampu bersaing secara produktif di kancah internasional.
Para anggota Komisi II menutup pernyataan mereka dengan harapan semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat, dapat berkolaborasi untuk mewujudkan visi tersebut.




