Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, menilai bahwa program ketahanan pangan yang diluncurkan oleh Kementerian Imigrasi melalui Inisiatif Imigrasi Pangan (Imipas) merupakan terobosan strategis bagi kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, sinergi antara sektor imigrasi dan pertanian dapat membuka lahan baru serta memanfaatkan sumber daya manusia yang selama ini belum optimal.
Imipas dirancang untuk meningkatkan produksi pangan dalam tiga pilar utama:
- Lahan dan Infrastruktur: Mengoptimalkan lahan milik Kementerian Imigrasi yang tersebar di wilayah strategis, dilengkapi dengan irigasi modern dan fasilitas penyimpanan.
- Pemberdayaan Petani: Menyelenggarakan pelatihan teknis, penyuluhan agronomi, dan akses terhadap bibit unggul serta pupuk bersubsidi.
- Pendanaan dan Pasar: Menyediakan skema kredit mikro, jaminan pembiayaan, serta mekanisme pemasaran langsung ke konsumen melalui platform digital pemerintah.
Program ini juga menargetkan peningkatan produksi beras, jagung, dan sayuran organik sebesar 15 persen dalam lima tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, Imipas berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, serta lembaga keuangan negara.
Dewi Asmara menekankan pentingnya pengawasan transparan dan evaluasi berkala agar program dapat beradaptasi dengan tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar. Ia menutup dengan harapan bahwa Imipas tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Indonesia, khususnya di daerah yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.




