Konselor Tiongkok Pererat Kerja Sama China-Indonesia, Soroti Potensi Makassar
Konselor Tiongkok Pererat Kerja Sama China-Indonesia, Soroti Potensi Makassar

Konselor Tiongkok Pererat Kerja Sama China-Indonesia, Soroti Potensi Makassar

Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Konselor Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, Li Wei, melakukan kunjungan resmi ke Makassar pada tanggal 18 April 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian diplomasi ekonomi China-Indonesia yang bertujuan memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di wilayah strategis Sulawesi Selatan.

Selama di Makassar, Konselor Li Wei bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati dan pemimpin komunitas bisnis lokal, serta perwakilan lembaga budaya. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya memanfaatkan potensi ekonomi dan budaya Makassar sebagai pintu gerbang antara Asia Tenggara dan Pasifik.

  • Ekonomi: Li Wei menyatakan ketertarikan China pada sektor logistik, pertambangan, dan pengolahan hasil perikanan di Makassar.
  • Pariwisata: Potensi wisata bahari dan warisan sejarah seperti Benteng Rotterdam menjadi fokus promosi wisata bersama.
  • Budaya: Kerjasama dalam pertukaran seni, festival budaya, dan program pendidikan bahasa Mandarin.

Berikut adalah ringkasan peluang kerja sama yang diidentifikasi dalam pertemuan:

Sektor Potensi Rencana Tindakan
Logistik & Pelabuhan Peningkatan kapasitas Pelabuhan Makassar Investasi bersama pembangunan fasilitas gudang
Energi Terbarukan Pengembangan tenaga angin dan surya Studi kelayakan dan pilot project
Perikanan Pengolahan hasil laut untuk ekspor Pembentukan zona industri pengolahan
Pariwisata Promosi destinasi bahari Kampanye pemasaran digital bersama
Budaya & Pendidikan Program pertukaran seni dan beasiswa Penandatanganan MoU dengan universitas lokal

Konselor Li Wei menegaskan bahwa China siap menyediakan dukungan teknis dan pembiayaan melalui lembaga keuangan negara serta perusahaan swasta. Ia juga mengajak pemerintah provinsi untuk mempercepat perizinan dan menciptakan iklim investasi yang transparan.

Gubernur Sulawesi Selatan menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan komitmen provinsi untuk menjadi “hub ekonomi dan budaya” antara Indonesia dan China. Ia menambahkan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan daerah, serta memperkaya keragaman budaya.

Dengan latar belakang Makassar yang terletak di persimpangan jalur laut internasional, serta memiliki sumber daya alam yang melimpah, kunjungan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperdalam hubungan bilateral dan membuka peluang investasi jangka panjang bagi kedua negara.