Kontroversi Greenwood di Marseille: Tuduhan Disiplin, Tekanan Tim, dan Dampaknya pada Poin Liga
Kontroversi Greenwood di Marseille: Tuduhan Disiplin, Tekanan Tim, dan Dampaknya pada Poin Liga

Kontroversi Greenwood di Marseille: Tuduhan Disiplin, Tekanan Tim, dan Dampaknya pada Poin Liga

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Mason Greenwood, bekas penyerang Manchester United, kembali menjadi sorotan publik sejak bergabung dengan Olympique de Marseille pada awal musim 2025/2026. Meskipun catatan golnya mengesankan dengan 25 gol dan 10 assist dalam 41 penampilan di semua kompetisi, keberadaannya kini dipertanyakan karena tuduhan kurang disiplin selama sesi latihan di pusat pelatihan Robert Louis‑Dreyfus.

Kritik Younes Belhanda: “Dia Melakukan Apa yang Dia Mau”

Mantan internasional Maroko, Younes Belhanda, mengungkapkan keprihatinannya dalam sebuah wawancara di RMC. Belhanda menilai bahwa Greenwood tidak menunjukkan etos kerja yang sama dengan rekan‑rekannya di luar sorotan kamera. “Dia melakukan apa yang dia mau,” ujar Belhanda, menambahkan bahwa perilaku tersebut menciptakan “suasana yang tidak harmonis” di ruang ganti.

Menurut Belhanda, sikap istimewa yang dirasakan pemain baru dapat menimbulkan rasa tidak puas di antara anggota skuad lainnya, terutama pada klub yang tradisinya menuntut profesionalisme tinggi. “Jika dia menciptakan suasana buruk, memiliki hak istimewa, dan tidak mengikuti skrip taktis pelatih, itu bukan contoh yang tepat,” tegas mantan gelandang Montpellier itu.

Statistik Greenwood: Kinerja di Lapangan vs. Kinerja di Latihan

Secara statistik, Greenwood memang menjadi aset penting bagi OM. Dengan rata‑rata gol hampir satu per dua pertandingan, ia membantu tim meraih poin penting dalam perebutan posisi Champions League. Namun, keberhasilan individu tersebut tidak cukup mengimbangi keluhan internal. Pada empat pertandingan terakhir, Marseille hanya meraih satu kemenangan di bawah asuhan pelatih Habib Beye, yang menggantikan Roberto De Zerbi pada Februari lalu.

Marseille kini berada di posisi keenam klasemen Ligue 1 dengan 52 poin, hanya dua poin di belakang Lille yang menempati posisi keempat, batas akhir kualifikasi Liga Champions. Tekanan untuk menambah poin semakin besar menjelang empat pertandingan tersisa musim ini.

Reaksi Manajemen dan Pelatih

Habib Beye, yang masih berada di bawah tekanan, belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan Belhanda. Namun, laporan internal menunjukkan bahwa pelatih telah menekankan pentingnya kedisiplinan dan kerja tim dalam sesi taktik mingguan. Beye dikabarkan menilai Greenwood sebagai “senjata utama serangan” namun menekankan bahwa tanggung jawabnya tidak hanya mencetak gol, melainkan juga menjadi contoh bagi rekan‑sepakbola.

Isu Lain yang Membayangi Marseille

Selain kontroversi internal, Marseille juga menghadapi peristiwa luar lapangan yang mengganggu operasional klub. Pada minggu yang sama, penerbangan Ryanair mengalami penumpukan penumpang di landasan Marseille setelah penundaan perbatasan, mengakibatkan penundaan keberangkatan tim dan staf. Sementara itu, kabar tentang Angel Gomes, pemain pinjaman Wolves, yang akan kembali ke Marseille menambah dinamika skuad. Meskipun detail lengkap belum terungkap, kehadiran Gomes diharapkan memberi opsi tambahan bagi pelatih di lini tengah.

Pengaruh Terhadap Dukungan Fanbase

Suasana stadion Vélodrome yang selalu bergemuruh kini dipertajam oleh kekhawatiran suporter. Fans Marseille dikenal vokal dan tidak segan menyuarakan ketidakpuasan bila mereka merasakan adanya perlakuan istimewa atau kurangnya usaha dari pemain bintang. Jika tuduhan Belhanda terbukti, risiko terjadinya gesekan antara pemain dan suporter dapat meningkatkan tekanan pada manajemen klub.

Secara keseluruhan, kasus Greenwood mencerminkan tantangan yang dihadapi klub-klub besar dalam mengelola ekspektasi pemain kelas dunia sekaligus menjaga keharmonisan tim. Dengan sedikitnya sisa pertandingan, keputusan taktis dan manajerial akan menentukan apakah Marseille mampu menutup celah poin dan mengamankan tempat di Liga Champions.

Jika Greenwood dapat menyeimbangkan antara performa di lapangan dan disiplin di luar sorotan, ia berpotensi menjadi kunci keberhasilan Marseille. Sebaliknya, bila masalah internal terus berlanjut, klub berisiko kehilangan momentum penting di penghujung musim.