Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Kylian Mbappé kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola setelah peristiwa El Clasico pada 21 Mei 2026, di mana Real Madrid kalah 2‑0 dari Barcelona. Meskipun tidak menginjakkan kaki di lapangan, aksi sang penyerang Prancis di media sosial menimbulkan kemarahan para pendukung Madrid dan memicu perdebatan luas tentang masa depannya di Santiago Bernabeu.
El Clasico: Kekecewaan Tanpa Penampilan
Dalam pertandingan yang berlangsung di Camp Nou, Barcelona mencetak dua gol cepat berkat tendangan bebas spektakuler Marcus Rashford dan penyelesaian tajam Ferran Torres. Real Madrid hanya mampu menahan hasil berkat lima penyelamatan gemilang dari Thibaut Courtois, namun mereka hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran. Di tengah tekanan, Mbappé tidak masuk dalam skuad utama dan tidak tampil sama sekali.
Keputusan tidak memainkannya menjadi bahan perbincangan intens, terutama setelah Mbappé mengunggah foto layar televisi dengan caption “Hala Madrid <3" saat timnya sudah tertinggal dua gol. Postingan tersebut dipandang oleh sebagian penggemar sebagai provokasi, dengan komentar beragam mulai "Dia menertawakan kami" hingga "Sangat tidak sopan menampilkan dukungan saat tim sedang kalah".
Kontroversi Internal dan Cedera
Sebelum laga tersebut, Real Madrid dilanda serangkaian masalah di ruang ganti. Pemain muda Federico Valverde harus dirawat di rumah sakit setelah terlibat perkelahian dengan Aurélien Tchouaméni, sementara Mbappé sendiri baru saja kembali dari cedera hamstring yang menghalangi penampilannya pada pertandingan melawan Betis pada akhir April. Ia sempat berlatih pada sesi terakhir sebelum El Clasico, namun menolak masuk ke dalam skuad pada hari pertandingan karena rasa tidak nyaman pada kaki.
Ketegangan ini semakin memperparah persepsi negatif terhadap Mbappé. Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa keberangkatannya ke Italia bersama pasangan pada minggu menjelang pertandingan tidak disambut baik oleh staf medis dan pelatih, menambah kecurigaan tentang komitmen pemain tersebut.
Spekulasi Transfer dan Minat Liverpool
Ketidakpastian di Bernabeu semakin besar setelah diumumkannya pergantian pelatih pada musim panas. Media Inggris, termasuk Football Insider, melaporkan bahwa Liverpool berada di antara beberapa klub Premier League yang memantau situasi Mbappé secara serius. Klub asal Merseyside diyakini memiliki kapasitas finansial untuk mengajukan tawaran, meskipun Real Madrid belum mengindikasikan niat membuka negosiasi.
Di sisi lain, sejumlah rumor menyebutkan adanya petisi daring yang menuntut keluarnya Mbappé dari Real Madrid, dengan lebih dari 70 juta tanda tangan pada saat peliputan. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pemain atau manajemen, tekanan publik ini menambah beban pada proses keputusan klub mengenai masa depannya.
Reaksi Penggemar dan Media Sosial
- Penggemar Madrid mengkritik postingan Instagram Mbappé sebagai tindakan “trolling”.
- Beberapa komentator menilai bahwa jika seorang pemain mencetak 40 gol per musim, mereka tidak akan mendapatkan reaksi sekeras ini.
- Media sosial memperlihatkan perpecahan antara pendukung yang masih mempercayai kemampuan Mbappé dan yang menuntut kepindahan.
Prospek Musim Depan
Dengan 3 pertandingan tersisa di La Liga, Real Madrid tidak lagi memiliki peluang meraih gelar musim ini. Fokus klub kini beralih pada persiapan musim depan, termasuk penunjukan pelatih baru yang diyakini akan menentukan nasib pemain senior seperti Mbappé, Vinícius Júnior, dan Luka Modrić. Jika pelatih baru menilai Mbappé belum siap secara fisik atau taktis, kemungkinan besar pemain tersebut akan dipertimbangkan untuk dijual atau dipinjamkan.
Namun, jika Mbappé dapat kembali dalam kondisi prima, ia tetap menjadi aset berharga bagi Real Madrid, mengingat potensinya untuk mencetak gol dan menarik sponsor. Keputusan akhir akan sangat dipengaruhi pada evaluasi medis, hubungan internal, serta tawaran konkret dari klub-klub lain.
Secara keseluruhan, saga Mbappé di Real Madrid mencerminkan dinamika modern sepak bola, di mana performa di lapangan, perilaku di media sosial, dan kepentingan komersial saling bersinggungan. Apa yang akan terjadi selanjutnya masih menjadi pertanyaan besar bagi para penggemar dan analis sepak bola dunia.







