Kopi Tebat Benawa Pusri, Tumbuhkan Harapan Petani di Gunung Dempo
Kopi Tebat Benawa Pusri, Tumbuhkan Harapan Petani di Gunung Dempo

Kopi Tebat Benawa Pusri, Tumbuhkan Harapan Petani di Gunung Dempo

Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Pusri Palembang meluncurkan Program Kopi Tebat Benawa, sebuah inisiatif unggulan dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi di lereng Gunung Dempo, Sumatera Barat. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan teknis, akses pasar, dan peningkatan kualitas biji kopi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Berawal dari observasi atas tantangan yang dihadapi petani kopi tradisional, seperti penurunan produktivitas, kurangnya pengetahuan agronomi modern, dan keterbatasan jaringan distribusi, Pusri mengembangkan model kemitraan yang melibatkan lembaga pemerintah daerah, universitas pertanian, serta pelaku industri kopi. Melalui program ini, petani diberikan pelatihan tentang teknik penanaman organik, pemangkasan yang tepat, serta pengelolaan hama secara ramah lingkungan.

Selain pelatihan, Pusri menyediakan bibit kopi unggul Benawa yang memiliki ketahanan terhadap penyakit dan potensi rasa yang lebih tinggi. Petani juga mendapatkan bantuan peralatan seperti mesin pengering kopi mini, yang memungkinkan mereka mengolah hasil panen secara mandiri tanpa bergantung pada pihak ketiga.

Berikut ini ringkasan pencapaian program selama enam bulan pertama:

Indikator Sebelum Program Setelah Program
Produktivitas (kg/ha) 1.200 1.750
Persentase petani yang beralih ke metode organik 15% 68%
Rata‑rata harga jual (Rp/kg) 30.000 38.000

Data di atas menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi dan pendapatan petani. Dengan kualitas biji kopi yang lebih baik, para petani kini dapat menembus pasar premium, termasuk ekspor, yang sebelumnya sulit dijangkau.

Program Kopi Tebat Benawa juga berupaya memperkuat keberlanjutan lingkungan. Penggunaan pupuk organik dan pengurangan pestisida sintetis membantu menjaga kesuburan tanah dan keanekaragaman hayati di kawasan Gunung Dempo. Selain itu, proyek penanaman kembali pohon kopi di area yang terdegradasi telah menambah luas kebun kopi seluas 30 hektar dalam satu tahun.

Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi program TJSL lainnya di seluruh Indonesia. Pusri berencana memperluas skala program ke wilayah lain yang memiliki potensi kopi, sekaligus menambah varian kopi lokal yang dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.