Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan produksi ikan sapu-sapu (Rastrelliger spp.) di seluruh wilayah kecamatan.
Dalam rapat koordinasi yang diadakan pada awal bulan ini, kepala Sudin KPKP, Bapak Andi Prasetyo, menyampaikan bahwa ikan sapu-sapu dipilih karena tingkat pertumbuhan yang cepat, nilai gizi tinggi, dan potensi pasar yang luas baik di tingkat lokal maupun nasional.
Langkah-langkah strategis
- Penetapan zona penangkapan khusus di perairan tiap kecamatan yang telah dipetakan berdasarkan data kedalaman dan suhu air.
- Penyediaan alat tangkap ramah lingkungan, seperti jaring selektif dengan ukuran mesh yang sesuai untuk mengurangi tangkapan sampingan.
- Pelatihan intensif bagi nelayan mengenai teknik penangkapan yang efisien dan pengelolaan hasil tangkapan secara berkelanjutan.
- Peningkatan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) di pusat-pusat pasar kecamatan untuk menjaga kesegaran ikan.
- Pembentukan koperasi nelayan khusus ikan sapu-sapu yang mengatur distribusi, pemasaran, dan penetapan harga yang adil.
Program ini juga didukung oleh Dinas Perikanan Provinsi DKI Jakarta yang menyediakan dana bantuan subsidi alat tangkap serta insentif bagi nelayan yang berhasil mencapai target produksi bulanan.
Para nelayan yang telah bergabung menyatakan antusiasme tinggi. Salah satu nelayan, Pak Jono, mengaku, “Dengan peralatan baru dan pelatihan yang diberikan, kami merasa lebih percaya diri untuk menangkap ikan sapu-sapu tanpa merusak ekosistem.”
Pengawasan ketat akan dilakukan oleh tim pemantau lapangan yang meliputi petugas Satpol PP, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat, serta perwakilan LSM lingkungan. Setiap penangkapan akan dicatat dalam sistem digital berbasis aplikasi yang memungkinkan pemantauan real‑time atas kuantitas dan lokasi penangkapan.
Jika berhasil, model ini diharapkan dapat direplikasi oleh wilayah lain di DKI Jakarta maupun provinsi lain yang memiliki potensi perairan serupa.




