Kritik Pengamat terhadap Wacana Hapus Prodi yang Tak Terserap Industri, Residu Pemikiran Kolonial
Kritik Pengamat terhadap Wacana Hapus Prodi yang Tak Terserap Industri, Residu Pemikiran Kolonial

Kritik Pengamat terhadap Wacana Hapus Prodi yang Tak Terserap Industri, Residu Pemikiran Kolonial

Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa (UPNVJ), Dr. Budi Santoso, menanggapi wacana penghapusan program studi yang dianggap tidak dapat diserap oleh industri. Ia menilai gagasan tersebut merupakan sisa pemikiran kolonial yang dapat merusak ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

  • Penyerapan industri bukan satu‑satunya indikator relevansi; faktor kebudayaan, nilai kritis, dan kemampuan analitis juga krusial.
  • Kebijakan penghapusan harus didasarkan pada evaluasi komprehensif, termasuk kualitas pengajaran, output riset, dan kebutuhan masyarakat.
  • Residu pemikiran kolonial menekankan pada utilitarianisme sempit, mengabaikan tujuan pendidikan sebagai pembentuk karakter dan warga negara.

Dr. Budi menambahkan bahwa pemerintah dan institusi pendidikan sebaiknya meningkatkan sinergi dengan dunia usaha melalui kurikulum yang adaptif, program magang, serta kolaborasi riset, alih‑alih menutup program secara sepihak.

Ia juga mengingatkan bahwa sejarah pendidikan Indonesia pernah dipengaruhi oleh pola kolonial yang menekankan pada kepentingan ekonomi semata. Mengulang pola tersebut dapat memperlemah kemandirian intelektual bangsa.

Dengan demikian, pengamat menekankan pentingnya dialog terbuka antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk menemukan solusi yang memajukan kualitas pendidikan tanpa mengorbankan keberagaman ilmu.