Kunker ke Pamekasan, Mensos Pantau Sekolah Rakyat & Pelaksanaan Bansos
Kunker ke Pamekasan, Mensos Pantau Sekolah Rakyat & Pelaksanaan Bansos

Kunker ke Pamekasan, Mensos Pantau Sekolah Rakyat & Pelaksanaan Bansos

Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Pada Minggu (tanggal 10 April 2024), Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kunjungan tersebut bertujuan memantau pelaksanaan program Sekolah Rakyat serta penyaluran bantuan sosial (bansos) yang telah digencarkan pemerintah.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif untuk memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu, khususnya di wilayah yang jauh dari fasilitas pendidikan formal. Di Pamekasan, tercatat terdapat 15 sekolah rakyat yang melayani sekitar 3.200 siswa. Berikut rangkuman data utama:

Komponen Jumlah
Jumlah Sekolah Rakyat 15
Siswa Terdaftar 3.200
Guru Tetap 120
Bantuan Bansos Keluarga Miskin 5.800 KK

Selama kunjungan, Menteri Sosial meninjau kondisi ruang kelas, kualitas materi pembelajaran, serta ketersediaan tenaga pendidik. Ia menekankan pentingnya peningkatan sarana prasarana dan pelatihan guru agar standar pendidikan yang diberikan dapat bersaing dengan sekolah formal.

Di samping itu, Saifullah Yusuf memeriksa pelaksanaan program bantuan sosial yang mencakup bantuan tunai, paket sembako, dan subsidi listrik bagi keluarga yang tergolong miskin. Menurut data setempat, penyaluran bantuan telah mencapai 90 % wilayah Kabupaten Pamekasan, namun masih terdapat tantangan dalam hal logistik dan verifikasi data penerima.

  • Penyaluran tunai: Rp 2,5 miliar
  • Paket sembako: 4.500 paket
  • Subsidi listrik: 1.200 rumah tangga

Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran Menteri Sosial. Salah satu warga, Budi Hartono, menyampaikan, “Terima kasih atas perhatian pemerintah, semoga program ini terus berjalan dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga kami.”

Saifullah Yusuf menutup kunjungan dengan menyatakan komitmen Kementerian Sosial untuk melakukan evaluasi rutin, menambah anggaran, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan program pendidikan dapat berkelanjutan.