Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat mengumumkan rencana ambisius untuk menambah sebanyak 12.000 akseptor baru melalui program layanan Keluarga Berencana (KB) serentak. Program ini dirancang untuk memberikan layanan terpadu, mulai dari penyuluhan, konseling, hingga penyediaan alat kontrasepsi dalam satu kunjungan.
Program KB serentak bertujuan menurunkan angka fertilitas dan meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan cara mempermudah akses ke layanan kontrasepsi. Dengan pendekatan “satu pintu”, petugas BKKBN akan mengunjungi wilayah target, mengidentifikasi pasangan usia subur, serta menawarkan pilihan kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan mereka.
Strategi Pelaksanaan
- Pemetaan wilayah: Menggunakan data kependudukan terkini, tim BKKBN menyeleksi desa dan kelurahan dengan potensi akseptor tinggi.
- Kampanye penyuluhan: Mengadakan pertemuan komunitas, penyuluhan di posyandu, serta pemanfaatan media lokal untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perencanaan keluarga.
- Penyediaan alat kontrasepsi: Distribusi alat kontrasepsi modern seperti IUD, suntik, pil, serta kondom secara gratis atau bersubsidi.
- Pelatihan kader: Meningkatkan kompetensi kader posyandu dan petugas kesehatan dalam memberikan konseling yang tepat.
Target dan Harapan
Dengan menambah 12.000 akseptor baru, BKKBN berharap dapat menurunkan angka fertilitas di provinsi ini sebesar 0,5 poin persentase dalam dua tahun ke depan. Peningkatan ini diharapkan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui penurunan kehamilan yang tidak direncanakan.
Selain itu, program ini berupaya memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan terkait reproduksi, sekaligus meningkatkan partisipasi laki-laki dalam penggunaan kontrasepsi.
Anggaran dan Dukungan
Pelaksanaan program didanai oleh anggaran pemerintah daerah serta dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Kerjasama lintas sektor melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada kesehatan reproduksi.
Jika target tercapai, model layanan KB serentak ini berpotensi direplikasi di provinsi lain sebagai upaya nasional untuk mempercepat pencapaian tujuan Keluarga Berencana 2025.




