Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, layanan Wartel Suspas kini menjadi sarana penting bagi warga binaan (WBP) untuk berkomunikasi dengan keluarga dan memperoleh informasi luar penjara. Wartel Suspas adalah singkatan dari layanan telepon khusus yang dikelola secara terintegrasi dengan sistem pemasyarakatan, sehingga setiap panggilan dan pesan dapat dipantau serta disaring demi keamanan.
Sejak diresmikan, layanan ini telah diakses oleh ratusan narapidana setiap bulannya. Petugas penjara mencatat bahwa penggunaan Wartel Suspas berkontribusi pada penurunan ketegangan di blok sel, meningkatkan rasa keterhubungan sosial, serta mendukung proses rehabilitasi.
Berikut beberapa fitur utama Wartel Suspas di Lapas Surabaya:
- Panggilan Telepon Terbatas – Setiap WBP berhak melakukan panggilan selama 15 menit per hari ke nomor yang telah terdaftar.
- Pesan Teks (SMS) – Pengiriman pesan singkat diperbolehkan dengan batas maksimum 10 pesan per hari.
- Jadwal Penggunaan – WBP dapat mengajukan permohonan penggunaan layanan melalui petugas, yang kemudian menyiapkan jadwal harian.
- Pemantauan dan Penyaringan – Semua komunikasi dipantau oleh tim keamanan untuk mencegah penyalahgunaan.
Petugas Lapas Kelas I Surabaya menegaskan bahwa prosedur pendaftaran Wartel Suspas meliputi verifikasi identitas WBP, pencatatan nomor keluarga, serta pelatihan singkat tentang tata cara penggunaan. Proses ini biasanya selesai dalam satu hari kerja.
Beberapa WBP menyampaikan apresiasi mereka terhadap layanan ini. Salah satu narapidana, yang meminta disebutkan hanya dengan inisial “A”, mengatakan, “Dengan Wartel Suspas saya bisa mendengar kabar keluarga setiap minggu, jadi hati saya lebih tenang.”
Keberhasilan layanan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi Lapas lain di Indonesia. Pihak Direktorat Pemasyarakatan berencana memperluas jaringan Wartel Suspas ke lebih banyak institusi, sekaligus menambah fasilitas seperti layanan video call yang masih dalam tahap uji coba.




