Lebanon Dihantam Serangan Israel: Korban Tewas Mencapai 2.000, Termasuk Prajurit TNI Rico Pramudia

Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Serangan militer Israel yang mulai menggelora pada 2 Maret 2026 di wilayah Lebanon selatan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, termasuk warga sipil, militan, serta personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL). Insiden terbaru, yakni penembakan proyektil artileri pada 29 Maret di pos UNIFIL Adchit Al Qusayr, menambah daftar korban tewas dan menimbulkan kecaman internasional yang semakin keras.

Korban Indonesia: Kopral Rico Pramudia

Kopral Rico Pramudia, prajurit TNI berusia 31 tahun yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1, Unit Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, menjadi korban keempat Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit St. George, Beirut, setelah mengalami luka berat akibat ledakan proyektil pada malam 29 Maret. Kondisinya sempat kritis, namun pada 24 April 2026 ia dinyatakan meninggal dunia. Kematian Rico menambah deretan pahlawan TNI yang gugur: Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.

Pernyataan Resmi dan Tuntutan Hukum Internasional

UNIFIL dalam sebuah pernyataan resmi menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan kolega Kopral Pramudia serta Pemerintah Republik Indonesia. Organisasi tersebut menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga mengeluarkan pernyataan duka cita dan mengutuk keras serangan Israel yang menewaskan peacekeeper Indonesia. Menteri Luar Negeri menuntut penyelidikan menyeluruh, transparan, dan akuntabel oleh PBB serta menekankan bahwa keselamatan peacekeeper tidak dapat ditawar. Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, dan Kedutaan Besar RI di Beirut untuk proses repatriasi jenazah Rico.

Situasi di Lapangan: Dampak Serangan Terhadap UNIFIL

Serangan pada 29 Maret tidak hanya menewaskan Kopral Rico dan Kopda Farizal Rhomadhon, tetapi juga melukai tiga anggota UNIFIL lainnya, termasuk dua prajurit yang mengalami luka ringan dan satu yang mengalami luka berat. Para korban luka berat dievakuasi dengan helikopter ke Beirut, sementara yang lain menerima perawatan di fasilitas medis tingkat I UNIFIL.

Menurut laporan UNIFIL, serangan tersebut melanggar prinsip perlindungan pasukan penjaga perdamaian yang diatur dalam Konvensi Jenewa. Pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini, namun tekanan internasional semakin menguat untuk menahan aksi militer yang menargetkan area penempatan pasukan perdamaian.

Statistik Korban Sejak Awal Konflik

  • Korban tewas di Lebanon sejak 2 Maret: >2.000 jiwa.
  • Prajurit TNI yang gugur di Lebanon: 4 orang (Rico Pramudia, Farizal Rhomadhon, Zulmi Aditya Iskandar, Muhammad Nur Ichwan).
  • Pos UNIFIL yang terkena serangan: Adchit Al Qusayr (selatan Lebanon).
  • Jumlah personel UNIFIL yang terluka dalam serangan terakhir: 3 orang.

Reaksi Internasional dan Langkah Selanjutnya

Negara-negara kontributor pasukan UNIFIL, termasuk Amerika Serikat, Prancis, dan Italia, menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan komitmen mereka untuk melindungi personel di lapangan. PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan guna menilai situasi dan mempertimbangkan langkah-langkah penegakan hukum.

Di dalam negeri, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum melalui upacara militer, menegaskan bahwa pengorbanan mereka akan selalu dikenang sebagai wujud komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Dengan meningkatnya jumlah korban jiwa, baik sipil maupun militer, tekanan untuk menghentikan aksi militer di Lebanon semakin kuat. Komunitas internasional diharapkan dapat menegakkan hukum, melindungi pasukan perdamaian, serta mendorong dialog damai antara Israel dan Hizbullah untuk mengakhiri konflik yang telah menelan ribuan nyawa.