Lebih Ngaco dari Kasus Amsal Sitepu dan Tom Lembong, Ferry Irwandi Bongkar Kejanggalan Kasus Chromebook Ibam
Lebih Ngaco dari Kasus Amsal Sitepu dan Tom Lembong, Ferry Irwandi Bongkar Kejanggalan Kasus Chromebook Ibam

Lebih Ngaco dari Kasus Amsal Sitepu dan Tom Lembong, Ferry Irwandi Bongkar Kejanggalan Kasus Chromebook Ibam

Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Ferry Irwandi, mantan Wakil Gubernur Sumatera Barat, kembali mengemukakan keprihatinannya atas dugaan korupsi yang melibatkan mantan Menteri Ketenagakerjaan Ibam. Ia menyoroti serangkaian kejanggalan yang dianggapnya lebih aneh dibandingkan kasus Amsal Sitepu dan Tom Lembong, dua nama yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

  • PPK sebagai saksi utama. Pejabat Pengadaan Kementerian (PPK) yang seharusnya menjadi pengawas proses pengadaan justru menjadi saksi yang memberikan keterangan menguntungkan pihak yang diduga menerima suap.
  • Besarnya nilai suap. Jumlah uang yang dikabarkan disalurkan kepada PPK melebihi standar yang biasanya terjadi dalam praktik korupsi barang pemerintah, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya motif lain di balik transaksi.
  • Proses hukum yang tidak konsisten. Meskipun Ibam telah dijatuhi hukuman penjara selama 22,5 tahun di Indonesia, proses penegakan hukum di luar negeri masih belum jelas, menimbulkan pertanyaan tentang koordinasi antar lembaga penegak hukum.

Ferry Irwandi menambahkan bahwa kasus ini mengungkap celah sistemik dalam pengadaan barang pemerintah, khususnya dalam pengadaan perangkat teknologi seperti Chromebook. Ia menekankan perlunya reformasi menyeluruh, termasuk transparansi dalam proses lelang, pengawasan independen atas PPK, dan penegakan hukum yang tegas bagi semua pihak yang terlibat.

Selain menyoroti kejanggalan tersebut, Ferry juga mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tidak melupakan kasus Amsal Sitepu dan Tom Lembong, yang menurutnya masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Ia berharap agar semua kasus korupsi dapat ditangani secara adil dan transparan, tanpa ada pengecualian.