Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Para anggota legislatif DKI Jakarta secara terbuka menyatakan dukungan mereka terhadap percepatan pembangunan jalur LRT yang menghubungkan Manggarai dengan kawasan Dukuh Atas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga, mengurangi kemacetan, dan memperkuat jaringan transportasi publik di ibukota.
Keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan penyelesaian fase pertama LRT menuju Dukuh Atas, sebelum melanjutkan ke arah Jakarta International Stadium (JIS). Prioritas ini didasari oleh analisis kebutuhan penumpang yang lebih tinggi di kawasan pusat bisnis dan pemerintahan, serta potensi integrasi dengan moda transportasi lain seperti MRT, KRL, dan bus rapid transit.
Beberapa legislator menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan konsorsium pembangunan, dan pihak swasta untuk memastikan proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Mereka juga menyoroti manfaat ekonomi jangka panjang, termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai properti di sekitar stasiun, dan stimulus bagi sektor konstruksi.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh para legislator:
- Prioritas mobilitas: Mempermudah akses dari wilayah selatan (Manggarai) ke pusat kota (Dukuh Atas) bagi ribuan penumpang setiap harinya.
- Pengurangan kemacetan: Diharapkan LRT dapat mengalihkan sebagian besar kendaraan pribadi ke transportasi massal, mengurangi beban jalan raya.
- Integrasi moda: Stasiun Dukuh Atas akan menjadi hub intermodal yang menghubungkan LRT dengan MRT, KRL, dan layanan bus.
- Manfaat sosial‑ekonomi: Peningkatan akses ke pekerjaan, pendidikan, dan layanan publik bagi warga Jakarta.
Legislator juga meminta transparansi dalam proses pengadaan dan pelaksanaan, serta penetapan mekanisme monitoring yang melibatkan lembaga legislatif. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan proyek LRT ini akan menjadi contoh bagi proyek infrastruktur lain di masa mendatang.
Dengan dukungan politik yang kuat, diharapkan pembangunan LRT Manggarai‑Dukuh Atas dapat menyusul target penyelesaian awal tahun 2025, memberikan kontribusi signifikan terhadap visi Jakarta sebagai kota yang lebih ramah transportasi publik.




