Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa upaya membela hak perempuan bukan sekadar isu sosial, melainkan bagian integral dari agenda peradaban bangsa Indonesia. Dalam sebuah pernyataan publik, Lestari menyoroti pentingnya keadilan dan kesetaraan gender sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi kesenjangan signifikan antara laki‑laki dan perempuan dalam akses pendidikan, partisipasi politik, serta kesempatan kerja. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, partisipasi angkatan kerja perempuan hanya mencapai 51,9 % dibandingkan 84,6 % untuk laki‑laki. Sementara itu, representasi perempuan di parlemen masih berada di bawah 22 %.
Lestari menekankan tiga langkah strategis yang perlu diimplementasikan secara menyeluruh:
- Peningkatan regulasi yang menjamin perlindungan hak perempuan, termasuk penguatan Undang‑Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
- Pendidikan dan pelatihan yang menargetkan perempuan di daerah terpencil, guna menutup kesenjangan akses pendidikan dan keterampilan.
- Pemberdayaan ekonomi melalui program kredit mikro, inkubator usaha, dan akses pasar bagi perempuan wirausaha.
Selain kebijakan struktural, Lestari juga mengajak seluruh elemen masyarakat—pemerintah, swasta, LSM, dan warga—untuk berperan aktif dalam mengubah paradigma patriarki yang masih mengakar. Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa generasi mendatang dapat menikmati Indonesia yang lebih adil, dimana setiap individu, tanpa memandang jenis kelamin, memiliki ruang untuk berkontribusi secara optimal.




