Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Corinthians kembali menjadi sorotan utama dalam kancah sepak bola Brasil setelah rangkaian pertandingan penting yang melibatkan skuad pria dan wanita. Di Copa do Brasil, mantan pemain Manchester United, Jesse Lingard, menorehkan gol tunggal melawan tim Liga tiga, Barra, menjadikannya pencetak gol pertama asal Britania Raya dalam kompetisi domestik Brasil. Sementara itu, wasit berpengalaman Rafael Rodrigo Klein kembali mengawasi laga pembuka putaran kelima turnamen tersebut, membawa catatan kontroversialnya terhadap tim Timão. Di ranah sepak bola putri, Gabi Zanotti menambah koleksi golnya, mengukir kemenangan tipis 1‑0 atas Juventude dan semakin memperkuat posisinya sebagai pencetak gol terbanyak Corinthians pada tahun 2026.
Kemenangan Lingard dan Rekor Bersejarah di Copa do Brasil
Pada pertandingan pertama putaran kelima Copa do Brasil yang digelar di Estádio da Ressacada, Florianópolis, Lingard membuka skor lewat sundulan voli pada menit tambahan babak pertama. Gol tersebut tidak hanya memastikan kemenangan 1‑0 atas Barra, tetapi juga menandai momen bersejarah: ia menjadi pemain Britania Raya pertama yang mencetak gol dalam ajang piala domestik Brasil. Penampilan ini merupakan penampilan kedua Lingard sebagai starter bersama Timão sejak resmi bergabung pada bulan Maret lalu, setelah mengakhiri kontrak dengan FC Seoul di Korea Selatan.
Meski tim berada di urutan keempat terbawah klasemen Campeonato Brasileiro Serie A setelah 12 laga, prestasi di ajang piala menunjukkan potensi perubahan nasib. Selain Lingard, Corinthians saat ini menempati puncak grup Copa Libertadores, berkat kemenangan di dua laga pertama, dan akan menghadapi Penarol dari Uruguay pada 1 Mei mendatang.
Rafael Klein Kembali Memimpin Laga, Statistik Kontroversial Terkuak
Rafael Rodrigo Klein, yang akan memimpin pertandingan Corinthians melawan Barra, memiliki catatan kurang bersahabat dengan tim Timão. Dari sembilan kali mengawasi pertandingan Corinthians, tim tersebut mencatat lima kekalahan, tiga hasil imbang, dan hanya satu kemenangan. Klein juga menunjukkan kecenderungan memberi kartu kuning, dengan rata‑rata 3,5 kartu kuning per laga serta dua kartu merah yang diberikan kepada pemain Timão.
Catatan tersebut menambah ketegangan menjelang pertandingan, mengingat Klein pernah menjadi wasit dalam final Copa do Brasil 2025 antara Vasco dan Corinthians yang berakhir 0‑0. Pada pertemuan terakhir antara kedua tim di Supercopa do Brasil, Klein memicu kontroversi dengan awalnya tidak memeriksa insiden yang melibatkan pemain Flamengo, namun kemudian mengubah keputusan setelah meninjau rekaman VAR dan mengeluarkan kartu merah.
Untuk laga melawan Barra, Klein akan dibantu oleh asisten Maira Mastella Moreira dan Luanderson Lima dos Santos, serta wasit keempat William Machado Steffen. VAR akan ditangani oleh Paulo Renato Moreira da Silva Coelho.
Gabi Zanotti: Bintang Muda yang Memimpin Tim Putri
Di arena lain, Gabi Zanotti menorehkan gol kemenangan pada laga melawan Juventude di Parque Esportivo Montanha dos Vinhedos, Rio Grande do Sul. Gol tunggalnya pada menit akhir memastikan tiga poin penting bagi Corinthians Women dan menegaskan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak Timão pada tahun 2026 dengan sembilan gol dalam sebelas penampilan, rata‑rata 0,8 gol per laga.
Sejak debutnya pada 2018, Zanotti telah mencatat 93 gol dan 36 assist dalam 262 penampilan. Pada musim 2025, ia menjadi top scorer klub dengan 19 gol. Penampilannya yang konsisten, termasuk gol di empat laga beruntun Campeonato Brasileiro – melawan América‑MG (dua gol), Botafogo, Red Bull Bragantino (dua gol) dan Juventude – menegaskan peran vitalnya dalam upaya tim putri mempertahankan dominasi di Brasileirão wanita.
Keberhasilan tersebut membawa tim putri kembali ke puncak klasemen, menyamai poin São Paulo namun unggul selisih gol. Selanjutnya, mereka akan bertandang ke Ferroviária pada Jumat mendatang.
Secara keseluruhan, kombinasi performa individu yang menonjol dan dinamika tim yang menarik menjadikan fase kompetisi 2026 menjadi babak penting bagi Corinthians. Dari catatan historis Lingard, tantangan dari wasit Klein, hingga dominasi Gabi Zanotti di lapangan wanita, semua elemen ini menggambarkan tekad Timão untuk mengubah nasib di liga domestik sekaligus menegaskan eksistensi mereka di kompetisi internasional.




