Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Kelompok pemuda Katolik mengeluarkan pernyataan kepada tokoh jemaat (JK) agar tidak melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam laporan yang diajukan ke Polda Metro Jaya terkait sebuah ceramah yang menimbulkan kontroversi.
Ceramah tersebut dipertanyakan karena menyinggung isu sensitif, memicu reaksi keras di media sosial, dan menimbulkan desas‑desus bahwa pihak kepolisian akan menelusuri keterkaitan politik. Menanggapi hal itu, pemuda Katolik menegaskan bahwa masalahnya bersifat internal gereja dan seharusnya diselesaikan melalui jalur keagamaan, bukan dijadikan arena politik.
- Jangan menyeret nama Presiden dalam proses hukum.
- Hormati batas pemisahan antara urusan keagamaan dan politik.
- Gunakan mekanisme internal gereja untuk menilai dan menanggapi ceramah.




