Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Seorang dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya berhasil memperoleh hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026. Hibah ini ditujukan untuk mengembangkan teknologi konversi limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Proyek yang dipimpin oleh Dr. Nama Dosen ini menargetkan pemanfaatan limbah organik dan non‑organik yang banyak terdapat di wilayah sekitar kampus, seperti limbah pertanian, sampah plastik, dan residu industri ringan. Dengan memanfaatkan proses kimia, bioteknologi, serta teknik manufaktur modern, tim berharap dapat menghasilkan produk seperti bio‑kompos, bahan bakar alternatif, serta bahan baku industri dengan nilai jual yang kompetitif.
Beberapa poin penting dari rencana kerja meliputi:
- Pemetaan jenis limbah yang paling melimpah di daerah Tasikmalaya.
- Pengembangan prototipe mesin pengolahan limbah skala kecil.
- Uji coba produksi produk bernilai tinggi selama 12 bulan pertama.
- Penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat serta pelaku usaha lokal.
- Evaluasi dampak ekonomi dan lingkungan pasca‑implementasi.
Hibah yang diterima mencakup pendanaan sebesar Rp 1,5 miliar selama tiga tahun, serta dukungan fasilitas laboratorium dan akses ke jaringan penelitian nasional. Dengan dana tersebut, tim berencana untuk merekrut tenaga ahli, membeli peralatan, dan melakukan serangkaian uji coba laboratorium hingga pilot plant.
Manfaat yang diharapkan antara lain peningkatan pendapatan petani melalui penjualan kompos berkualitas, pengurangan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, serta penciptaan lapangan kerja baru di sektor industri hijau. Selain itu, keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mengintegrasikan kegiatan pengabdian dengan inovasi berkelanjutan.
Direktur Fakultas Teknik UBSI, Prof. Nama Direktur, menilai bahwa keberhasilan memperoleh hibah ini menunjukkan komitmen institusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi regional. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan jangka panjang proyek.
Proyek ini akan dimulai pada kuartal pertama 2027 dengan pelaporan berkala kepada Kemendiktisaintek. Dosen dan tim berharap hasilnya dapat dipublikasikan dalam jurnal internasional serta diadopsi oleh pemerintah daerah sebagai kebijakan strategis pengelolaan limbah.




