Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida Tahan Hujan dan UV
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida Tahan Hujan dan UV

Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida Tahan Hujan dan UV

Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Tim riset yang dipimpin oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menciptakan formulasi nanopestisida yang mampu bertahan pada kondisi cuaca ekstrem, khususnya paparan sinar ultraviolet (UV) dan curah hujan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian hama pada tanaman pertanian, terutama di wilayah tropis yang sering mengalami hujan lebat.

Nanopestisida yang dikembangkan menggunakan teknologi partikel nano berukuran kurang dari 100 nanometer, sehingga dapat menempel lebih kuat pada permukaan daun dan mengurangi degradasi akibat sinar UV. Selain itu, lapisan pelindung khusus yang diaplikasikan pada partikel memberikan sifat hidrofobik, sehingga tidak mudah terbawa oleh tetesan hujan.

Berikut beberapa keunggulan utama nanopestisida ITS:

  • Stabilitas UV tinggi: Menurunkan penurunan aktivitas hingga 85% setelah 8 jam paparan sinar UV dibandingkan pestisida konvensional.
  • Resistensi terhadap hujan: Efektivitas tetap di atas 90% setelah simulasi hujan intensitas 30 mm/jam selama 2 jam.
  • Penggunaan dosis lebih rendah: Karena penyerapan yang lebih efisien, dosis yang diperlukan berkurang sekitar 30%.
  • Ramah lingkungan: Bahan baku berbasis biodegradable mengurangi dampak residu pada tanah dan air.

Uji laboratorium yang dilakukan di laboratorium Kimia Terapan ITS menunjukkan hasil yang menjanjikan. Tabel berikut merangkum perbandingan performa antara nanopestisida ITS dengan pestisida standar.

Parameter Nanopestisida ITS Pestisida Standar
Penurunan aktivitas UV (8 jam) 15% 60%
Efektivitas pasca hujan (30 mm/jam) 92% 58%
Dosis optimal 0.7 g/ha 1.0 g/ha

Tim mahasiswa mengaku, proses pengembangan memakan waktu sekitar dua tahun, melibatkan kolaborasi antara jurusan Kimia, Pertanian, dan Teknik Lingkungan. Selanjutnya, mereka berencana melakukan uji lapangan pada skala pilot di beberapa lahan pertanian di Jawa Timur untuk menilai kinerja nyata di kondisi lapangan.

Jika berhasil, inovasi ini dapat menjadi solusi strategis bagi petani Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, mengurangi penggunaan pestisida konvensional, dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.