Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Kelompok mahasiswa Universitas Bina Kencana (UBK) mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Kepresidenan pada Senin (tanggal). Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa menyampaikan ultimatum kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk memberikan respons atas sejumlah tuntutan penting dalam jangka waktu lima hari kerja (5×24 jam).
Para mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan mereka mencakup tiga poin utama: penyelesaian masalah transportasi publik, penanganan penumpukan sampah di wilayah kampus, serta transparansi penggunaan dana bantuan sosial. Mereka menilai bahwa pemerintah belum memberikan jawaban yang memadai meski telah melakukan beberapa dialog sebelumnya.
Berikut adalah rangkuman tuntutan mahasiswa UBK:
- Transportasi Publik: Permintaan penambahan jalur bus rapid transit (BRT) yang menghubungkan kampus dengan pusat kota, serta peningkatan frekuensi layanan pada jam sibuk.
- Pengelolaan Sampah: Penyediaan fasilitas daur ulang di area kampus dan program edukasi pengurangan sampah plastik.
- Transparansi Bantuan Sosial: Publikasi data penerima bantuan sosial secara terbuka untuk mencegah penyelewengan.
Wapres Gibran menanggapi dengan menyatakan kesediaannya mendengarkan aspirasi mahasiswa dan berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan kepada tim kerja terkait. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan pihak kampus untuk mencari solusi bersama.
Mahasiswa UBK menambahkan bahwa jika tidak ada respons yang memuaskan dalam batas waktu yang ditetapkan, mereka akan melanjutkan aksi protes di depan gedung DPRD DKI Jakarta serta menggalang dukungan publik melalui media sosial.
Situasi ini mencerminkan ketegangan antara kalangan akademisi yang menginginkan kebijakan cepat dan pemerintah yang harus menyeimbangkan berbagai kepentingan. Pengawasan masyarakat dan media diperkirakan akan terus memantau perkembangan kasus ini selama minggu mendatang.




