Mahasiswa UBSI Lolos P2MW Lewat Bisnis “Cilok Cinta”
Mahasiswa UBSI Lolos P2MW Lewat Bisnis “Cilok Cinta”

Mahasiswa UBSI Lolos P2MW Lewat Bisnis “Cilok Cinta”

Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Tim mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berhasil lolos seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) berkat inovasi usaha kuliner bernama “Cilok Cinta”. Keberhasilan ini menegaskan peran kampus yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswanya.

Program P2MW merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan kompetensi wirausaha mahasiswa melalui pembinaan, pelatihan, dan pendanaan awal. Seleksi ketat menilai kelayakan ide bisnis, rencana pemasaran, serta potensi pertumbuhan. Mahasiswa UBSI menonjol karena pendekatan unik mereka pada makanan tradisional, yaitu cilok, yang dipadukan dengan konsep branding yang kuat.

Strategi “Cilok Cinta” yang Membuat Penilai Terkesan

  • Branding emosional: Nama “Cilok Cinta” dipilih untuk menekankan nilai kebersamaan dan rasa nostalgia, sehingga menarik perhatian konsumen muda.
  • Varian rasa inovatif: Selain cilok klasik, tim mengembangkan varian rasa pedas, keju, dan chocolate, memperluas pasar.
  • Digital marketing: Menggunakan media sosial, konten video pendek, serta kerjasama dengan influencer kampus untuk meningkatkan visibilitas.
  • Model penjualan fleksibel: Penjualan dilakukan secara daring lewat aplikasi pesan-antar serta gerobak keliling di area kampus dan pusat kota.
  • Pengelolaan keuangan transparan: Penyusunan laporan keuangan sederhana namun akurat, memudahkan evaluasi dan audit oleh tim pembina P2MW.

Tim juga menyiapkan rencana ekspansi jangka menengah, termasuk membuka outlet tetap di beberapa lokasi strategis dan mengembangkan paket franchise untuk mahasiswa lain yang ingin meniru model bisnis.

Keberhasilan “Cilok Cinta” tidak hanya memberi peluang bisnis bagi anggotanya, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi mahasiswa UBSI lainnya untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik kewirausahaan. Diharapkan, lebih banyak inovasi serupa akan muncul, memperkuat citra UBSI sebagai inkubator bisnis kreatif di era digital.