Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) menanggapi dugaan manipulasi riset yang terjadi pada sebuah konferensi internasional, di mana salah satu alumninya, Prihantini, yang sedang menempuh studi magister, menjadi sorotan. Menurut pernyataan resmi ITB, kejadian tersebut sepenuhnya merupakan tindakan hukum yang dilakukan oleh individu terkait, bukan merupakan kebijakan atau keterlibatan institusi.
Pihak universitas menegaskan bahwa tidak ada mekanisme atau prosedur internal yang mendukung praktik manipulasi data atau publikasi. ITB menambahkan bahwa semua proses seleksi dan review pada konferensi tersebut berada di luar kendali kampus, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh institusi.
Rector ITB, Prof. Ir. Prof. Dr. Reini Wirahadikusumah, menyatakan bahwa universitas selalu menekankan integritas akademik dan menolak segala bentuk kecurangan. Ia menekankan bahwa apabila ada pelanggaran, pihak berwenang akan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Alumni yang bersangkutan, Prihantini, belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, ITB telah menyampaikan bahwa proses hukum yang sedang berjalan akan dipantau secara ketat, dan universitas siap memberikan bantuan bila diperlukan.
Kasus ini memicu perdebatan luas di kalangan akademisi tentang transparansi dan kontrol kualitas dalam penyelenggaraan konferensi internasional, terutama yang melibatkan peneliti dari Indonesia.







