Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Pada sore hari Selasa, jaringan listrik yang memasok tenaga ke Kereta Rel Listrik (KRL) Green Line mengalami gangguan kritis, mengakibatkan ribuan penumpang terpaksa menunggu di stasiun antara Kebayoran Lama dan Sudimara. Kejadian ini menimbulkan kepanikan singkat di dalam gerbong, karena lampu interior serta pendingin udara (AC) tiba‑tiba padam, meninggalkan suasana gelap gulita.
Kejadian dan Penyebab Utama
Menurut keterangan resmi yang diberikan oleh manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, gangguan dipicu oleh padamnya Listrik Aliran Atas (LAA) yang bersumber dari Gardu Traksi PLN Limo. Pada pukul 18:35 WIB, aliran listrik pada lintas Stasiun Kebayoran Lama‑Sudimara terputus, menyebabkan kereta yang tengah melaju pada rute Tanah Abang‑Rangkasbitung terhenti.
Kereta dengan nomor layanan 1766 dan 1768 adalah yang paling terdampak; keduanya berhenti di antara Stasiun Kebayoran Lama dan Sudimara. Penumpang melaporkan bahwa selain lampu mati, AC juga tidak berfungsi, menyebabkan suhu di dalam gerbong naik drastis.
Respons Tim Operasional
Tim teknis KAI Commuter segera melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk mengalihkan suplai daya dari Gardu Traksi lain, yakni Gardu Traksi Karet 2 dan Pondok Betung. Upaya pengalihan daya tersebut memakan waktu hampir satu jam, dan aliran listrik kembali stabil pada pukul 19:19 WIB.
Setelah pasokan listrik pulih, kereta kembali dapat melanjutkan perjalanan dengan normal. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa seluruh layanan di jalur Green Line telah kembali beroperasi sesuai jadwal pada akhir malam.
Pengalaman Penumpang
- Ira, seorang penumpang yang berada di dalam gerbong pada saat kejadian, menyatakan bahwa kereta tiba‑tiba kehilangan tenaga, getaran mesin menghilang, dan AC mati. “Kami membuka jendela atas untuk mengurangi rasa pengap,” ujarnya.
- Beberapa penumpang melaporkan bahwa lampu interior padam, sehingga mereka hanya mengandalkan cahaya lampu ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga.
- Selama sekitar 15 menit, lampu dan AC kembali menyala, namun gangguan serupa terulang lagi beberapa menit kemudian, membuat kereta harus melambat namun tidak berhenti total.
Dampak Operasional dan Upaya Normalisasi
Gangguan listrik menyebabkan penumpang mengalami keterlambatan signifikan, terutama pada jam sibuk sore hari. Antrean penumpang menumpuk di stasiun, dan petugas KAI Commuter menginstruksikan penumpang untuk tetap tenang serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Leza Arlan menambahkan bahwa tim operasional terus memantau kondisi jaringan listrik dan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Ia juga mengimbau seluruh pengguna KRL untuk selalu mengutamakan keselamatan, termasuk tidak mengoperasikan pintu secara paksa saat terjadi gangguan.
Langkah Preventif Kedepan
KAI Commuter berencana meningkatkan koordinasi dengan PLN dalam hal pemeliharaan Gardu Traksi dan menyiapkan sistem cadangan yang lebih robust. Penggunaan sumber daya alternatif, seperti generator darurat, sedang dipertimbangkan untuk menambah ketahanan jaringan listrik pada jalur‑jalur utama.
Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa infrastruktur kelistrikan yang mendukung transportasi massal harus senantiasa berada dalam kondisi optimal, mengingat peran vitalnya dalam mobilitas jutaan warga setiap harinya.
Dengan pemulihan yang berhasil dan langkah‑langkah perbaikan yang sedang direncanakan, diharapkan layanan KRL Green Line dapat kembali memberikan pelayanan yang andal dan aman bagi seluruh penumpang.




