Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengekspresikan kebahagiaan dan kebanggaannya atas sejumlah pemain asuhannya yang dipanggil memperkuat Tim Nasional Indonesia (Timnas) menjelang rangkaian kompetisi internasional. Dalam konferensi pers usai kemenangan Persija 3-0 atas Semen Padang di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (23/5/2026), Souza menegaskan bahwa kontribusi pemain Persija kepada skuad Garuda semakin mengukuhkan peran klub sebagai ladang bakat sepak bola tanah air.
Panggilan Timnas: Empat Nama Besar Persija
John Herdman, pelatih kepala Timnas, mengumumkan pemanggilan delapan pemain, namun empat di antaranya menjadi sorotan utama karena posisi dan performa mereka yang konsisten. Empat pemain tersebut adalah:
- Rizki Ridho – bek tengah yang dikenal dengan kecepatan dan ketangguhan dalam duel udara.
- Dony Tri Pamungkas – gelandang serba guna yang sering menjadi penghubung antara lini pertahanan dan serangan.
- Fajar Fathurrahman – sayap kanan yang memiliki kelincahan dan tendangan melengkung berbahaya.
- Rayhan Hannan – penyerang muda yang baru-baru ini mencetak gol penting melawan Persik Kediri.
Keempat pemain ini diharapkan dapat mengisi celah di skuad nasional, khususnya pada agenda FIFA Matchday dan ASEAN Cup yang akan datang. Souza menambahkan, “Mereka sudah membuktikan kualitasnya di level klub, kini saatnya menampilkan kelas mereka di kancah internasional.”
Eksel Runtukahu: Bintang Muda yang Mendapat Pujian Khusus
Sementara itu, eksel Runtukahu, yang juga masuk dalam daftar pemain yang dipanggil, menjadi sorotan khusus dari Souza. “Eksel menunjukkan perkembangan yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Kecepatan, kontrol bola, dan naluri mencetak golnya membuatnya layak bersaing di tim nasional,” ujar Souza dengan senyum lebar.
Eksel, yang sebelumnya lebih sering beraksi sebagai pemain pengganti, kini mendapatkan kesempatan menjadi starter dalam beberapa laga penting Persija. Prestasinya menarik perhatian pelatih nasional, dan Souza berharap eksel dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisinya di tim Garuda.
Strategi Souza Menghadapi Laga Terakhir Musim
Menjelang penutupan musim Super League 2025/2026, Souza melakukan perombakan skuad dengan menurunkan sejumlah pemain muda sebagai starter, termasuk Dony Tri Pamungkas yang ditunjuk menjadi kapten pada laga melawan Semen Padang. Kombinasi antara pemain muda dan senior, seperti Fabio Calonego, Paulo Ricardo, Witan Sulaeman, dan Gustavo Almeida, dirancang untuk memberikan keseimbangan antara energi muda dan pengalaman.
Meski mengakui bahwa performa Persija di kandang belum optimal – kehilangan sekitar 11 poin di stadion sendiri – Souza menegaskan bahwa keberhasilan meraih poin maksimal di laga tandang menjadi bukti karakter tim. “Kami harus memperbaiki konsistensi di JIS, tetapi kemenangan 3-0 ini menunjukkan bahwa kami mampu bangkit pada momen krusial,” katanya.
Dampak Pemanggilan Terhadap Persija dan Timnas
Pemanggilan empat pemain inti Persija serta Eksel Runtukahu memberikan dampak ganda. Bagi Persija, kehadiran pemain di Timnas meningkatkan eksposur klub dan memotivasi rekan satu tim untuk meningkatkan performa. Bagi Timnas, kedatangan pemain yang terbiasa bermain dalam sistem taktis Souza menambah variasi taktik yang dapat dimanfaatkan oleh Herdman.
Selain itu, kehadiran pemain keturunan Indonesia seperti Jordi Amat dan Mauro Zijlstra menegaskan komitmen Persija dalam memperluas jaringan bakat nasional. Souza berharap bahwa sinergi antara pemain domestik dan keturunan Indonesia dapat memperkaya pilihan skuad Garuda di level internasional.
Harapan ke Depan
Souza menutup konferensi pers dengan harapan besar: “Saya berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini, menunjukkan performa terbaik, dan tetap menjadi bagian dari Timnas pada kompetisi selanjutnya.” Ia juga mengucapkan terima kasih kepada asisten pelatih, staf medis, serta Jakmania yang selalu memberikan dukungan moril.
Dengan posisi Persija yang mengakhiri musim di peringkat ketiga dengan 71 poin, dan empat pemain kunci yang kini menjadi bagian dari Timnas, masa depan sepak bola Indonesia tampak cerah. Kualitas pemain muda yang terus berkembang, dibarengi dengan bimbingan pelatih berpengalaman seperti Mauricio Souza, menjadi fondasi kuat untuk menatap prestasi lebih tinggi di kancah internasional.




