Maut Mengejutkan Jemaah Haji Bojonegoro di Madinah: Kondisi Memburuk Usai Tiba di Bandara
Maut Mengejutkan Jemaah Haji Bojonegoro di Madinah: Kondisi Memburuk Usai Tiba di Bandara

Maut Mengejutkan Jemaah Haji Bojonegoro di Madinah: Kondisi Memburuk Usai Tiba di Bandara

Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Madrasah Al‑Haram, Madinah – Sebuah kabar duka menyusul keluarga dan santri di Bojonegoro setelah seorang jemaah haji berusia 64 tahun, Rohmat Ridwan, menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit King Salman Bin Abdul Aziz Medical City, Madinah, pada Selasa 19 Mei 2026. Kejadian ini menambah deretan kasus kesehatan yang menimpa rombongan haji asal Bojonegoro, khususnya pada fase akhir perjalanan ibadah.

Kronologi Kejadian

Rohmat Ridwan, warga Desa Kedungdowo, RT 07 RW 03, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 41. Pada Jumat 17 Mei 2026, rombongan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan melanjutkan perjalanan darat ke Madinah. Sesampainya di bandara, Ridwan dilaporkan mengalami sesak napas yang cukup berat. Tim medis bandara segera memberikan pertolongan pertama dan memutuskan untuk mengirimnya ke rumah sakit terdekat.

Setibanya di rumah sakit, Ridwan dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) dengan diagnosis komplikasi pernapasan yang dipicu oleh kelelahan dan perubahan iklim. Selama dua hari perawatan, kondisi kesehatan beliau sempat stabil namun kemudian mengalami penurunan tajam. Pada malam Selasa 19 Mei, dokter menyatakan bahwa Ridwan telah meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

Respons Kementerian Agama Bojonegoro

Kepala Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, Moh. Abdulloh Hafith, mengonfirmasi berita duka tersebut dalam konferensi pers singkat pada Rabu 20 Mei 2026. “Almarhum Rohmat Ridwan meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026 setelah menerima perawatan medis di rumah sakit King Salman Bin Abdul Aziz Medical City, Madinah,” ujar Hafith.

Selain konfirmasi kematian, Hafith juga menyampaikan bahwa masih ada satu jemaah haji lainnya dari Bojonegoro yang kini dirawat secara intensif di rumah sakit yang sama karena mengalami gangguan kesehatan. Ia menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik selama pelaksanaan ibadah haji, terutama mengingat cuaca panas dan dinamika kesehatan di Tanah Suci.

Reaksi Keluarga dan Masyarakat

Keluarga Ridwan, yang berada di Bojonegoro, mengungkapkan rasa duka yang mendalam. Mereka menyatakan terima kasih kepada pihak Kementerian Agama dan petugas medis di Madinah yang telah memberikan perawatan terbaik. “Kami berdoa semoga Ridwan mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami semua untuk lebih memperhatikan kesehatan sebelum berangkat haji,” ujar istri Ridwan dalam pernyataan tertulis.

Peringatan dan Langkah Preventif

Pihak Kemenag Bojonegoro menekankan beberapa langkah preventif bagi jemaah haji yang masih berada di Tanah Suci:

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebelum dan selama ibadah.
  • Menghindari aktivitas fisik berlebihan, khususnya pada hari pertama setelah tiba di Tanah Suci.
  • Menjaga hidrasi dan mengonsumsi makanan bergizi.
  • Segera melaporkan gejala sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya kepada tim medis.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kasus serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Kasus kematian Rohmat Ridwan menegaskan bahwa persiapan fisik dan medis menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan ibadah haji. Keluarga, santri, dan pihak terkait diharapkan dapat bersatu dalam doa serta meningkatkan standar kesehatan untuk memastikan keselamatan jemaah di Tanah Suci.