MBG Dinilai Efektif Isi Kesenjangan Kalori Anak, Dokter Gizi Dorong Program Lebih Tepat Sasaran
MBG Dinilai Efektif Isi Kesenjangan Kalori Anak, Dokter Gizi Dorong Program Lebih Tepat Sasaran

MBG Dinilai Efektif Isi Kesenjangan Kalori Anak, Dokter Gizi Dorong Program Lebih Tepat Sasaran

Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Program Makanan Bergizi (MBG) yang diluncurkan pemerintah dinilai berhasil menutup kesenjangan asupan kalori pada anak-anak, terutama di daerah pedesaan dan wilayah 3T (Terpencil, Terluar, Tertinggal). Dokter gizi Iflan Nauval menyatakan bahwa inisiatif ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan energi harian anak.

Faktor Penunjang Keberhasilan

  • Distribusi makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
  • Kolaborasi antara dinas kesehatan, pendidikan, dan lembaga sosial.
  • Pemberdayaan kader posyandu untuk memantau asupan harian.

Keluhan dan Tantangan

Meski hasilnya positif, dokter Iflan menekankan bahwa program masih menghadapi beberapa kendala, antara lain:

  1. Keterbatasan infrastruktur logistik di wilayah 3T.
  2. Kurangnya data akurat tentang status gizi pada anak di daerah terpencil.
  3. Variasi selera makan yang memengaruhi penerimaan makanan.

Rekomendasi Program Lebih Tepat Sasaran

Dokter Iflan mengusulkan langkah‑langkah berikut untuk meningkatkan efektivitas MBG:

Langkah Deskripsi
Pemetaan mikro‑regional Identifikasi kebutuhan kalori spesifik berdasarkan usia, tingkat kemiskinan, dan kondisi kesehatan.
Peningkatan kapasitas kader Pelatihan intensif bagi kader posyandu dalam penilaian gizi dan edukasi orang tua.
Integrasi dengan program lain Sinkronisasi MBG dengan program imunisasi dan pendidikan anak usia dini.
Penggunaan teknologi Penerapan aplikasi mobile untuk pelaporan real‑time distribusi makanan.

Dengan strategi yang lebih terfokus, diharapkan MBG dapat menjangkau lebih banyak anak yang berada di ambang gizi buruk dan menurunkan tingkat stunting secara signifikan.

Secara keseluruhan, keberhasilan awal MBG menunjukkan bahwa intervensi gizi yang terstruktur dapat mengurangi kesenjangan kalori pada generasi muda. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan terus mengoptimalkan program ini demi kesehatan dan masa depan anak Indonesia.