Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Dalam orasi ilmiah yang disampaikan di Universitas Borobudur, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa negara Kesatuan Republik Indonesia adalah milik seluruh rakyat, bukan sekadar kepemilikan segelintir kelompok elit.
Megawati menanggapi beragam wacana yang beredar mengenai kemungkinan perubahan sistem pemilu. Menurutnya, perubahan tersebut tidak boleh dijadikan alat bagi pihak tertentu untuk memperkuat posisi politiknya, melainkan harus berlandaskan kepentingan nasional dan keadilan sosial.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Megawati dalam orasinya:
- Negara Indonesia merupakan hasil perjuangan rakyat sejak masa kemerdekaan dan harus terus dikelola untuk kepentingan seluruh warga.
- Setiap usulan perubahan sistem pemilu harus melalui proses transparan, partisipatif, dan melibatkan semua elemen masyarakat.
- Penguasaan kekuasaan oleh segelintir elit dapat mengancam demokrasi dan memecah persatuan bangsa.
- Penguatan lembaga negara, termasuk KPU dan Bawaslu, harus menjadi prioritas untuk menjaga integritas pemilu.
- Semangat Gotong Royong dan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi landasan utama dalam mengelola negara.
Megawati juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi. Ia mengajak mahasiswa dan masyarakat luas untuk aktif berpartisipasi dalam proses politik, baik melalui pemilihan umum maupun diskusi publik yang konstruktif.
Reaksi dari kalangan akademisi dan aktivis politik beragam. Sebagian menyambut baik penekanan Megawati pada prinsip kedaulatan rakyat, sementara yang lain menilai perlunya kajian lebih mendalam terkait usulan perubahan sistem pemilu yang belum disampaikan secara detail.
Dengan orasi ini, Megawati berharap dapat memperkuat kesadaran kolektif bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, dan setiap kebijakan harus mencerminkan aspirasi serta kepentingan seluruh lapisan masyarakat.




