Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Wahyu Pristiawan Buntoro, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), menegaskan bahwa mengurangi potensi masalah menjadi landasan utama dalam upaya organisasi mencapai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyoroti bahwa olahraga panjat tebing memiliki tantangan khusus, mulai dari kondisi alam, peralatan, hingga kesiapan mental atlet. Oleh karena itu, PP FPTI telah menyusun serangkaian langkah proaktif untuk meminimalkan risiko.
- Pemeriksaan rutin peralatan pendakian serta sertifikasi standar keselamatan.
- Pelatihan intensif bagi pelatih dan atlet mengenai teknik mitigasi bahaya.
- Pembentukan tim inspeksi lapangan yang bertugas mengevaluasi lokasi pendakian sebelum kompetisi.
- Implementasi sistem pelaporan cepat bila terjadi insiden atau potensi bahaya.
- Peningkatan koordinasi dengan badan meteorologi dan lembaga keamanan setempat.
Selain itu, Buntoro menambahkan bahwa budaya disiplin dan komunikasi terbuka di antara semua pihak menjadi faktor penunjang keberhasilan. “Setiap anggota harus sadar akan tanggung jawabnya, mulai dari penggunaan peralatan hingga pelaporan kondisi lapangan,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, PP FPTI berharap dapat mencetak prestasi yang lebih tinggi pada ajang-ajang mendatang, sekaligus meningkatkan citra panjat tebing sebagai olahraga yang aman dan profesional di mata publik.




