Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa memperluas akses pelatihan vokasi menjadi kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global. Menurutnya, program vokasi harus dapat menjangkau lebih banyak pemuda, khususnya di daerah‑daerah dengan tingkat pengangguran tinggi.
Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain:
- Mengoptimalkan jaringan pusat pelatihan vokasi yang ada serta membuka cabang baru di wilayah tertinggal.
- Memperkuat kerja sama antara pemerintah, dunia industri, dan lembaga pendidikan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar.
- Menyederhanakan proses pendaftaran dan menyediakan beasiswa atau subsidi bagi peserta yang kurang mampu.
- Memanfaatkan platform digital untuk memberikan modul pembelajaran jarak jauh, sehingga pelatihan dapat diakses secara fleksibel.
Berikut gambaran target yang ingin dicapai pada tahun 2024:
| Indikator | Target 2024 |
|---|---|
| Jumlah peserta pelatihan vokasi | 2,5 juta orang |
| Persentase lulusan yang terserap kerja | 85% |
| Anggaran program (dalam triliun rupiah) | 1,2 |
Dengan pencapaian tersebut, diharapkan tingkat pengangguran dapat turun signifikan, sementara kualitas tenaga kerja meningkat, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Yassierli menutup dengan menekankan pentingnya sinergi semua pemangku kepentingan agar program ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.







