Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan pentingnya ruang-ruang kreatif berbasis komunitas sebagai garda terdepan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Menurutnya, kreativitas yang tumbuh di lingkungan komunitas mampu menyalurkan nilai-nilai tradisional ke generasi muda secara dinamis.
Dalam pernyataannya, Fadli menyoroti tiga peran utama ruang kreatif:
- Penyedia Platform: Menjadi arena bagi seniman, pengrajin, dan budayawan untuk menampilkan karya serta bertukar ide.
- Penghubung Antara Tradisi dan Teknologi: Memungkinkan integrasi teknik modern dengan kearifan lokal, sehingga budaya tetap relevan di era digital.
- Pendorong Partisipasi Publik: Mengajak masyarakat luas untuk terlibat aktif, baik sebagai pencipta maupun penikmat, sehingga rasa kepemilikan terhadap budaya meningkat.
Fadli Zon juga menambahkan bahwa dukungan pemerintah harus bersifat holistik, mencakup pendanaan, regulasi yang mempermudah, serta pelatihan sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa tanpa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta, upaya pelestarian budaya dapat terhambat.
Dalam konteks kebijakan, Kementerian Kebudayaan berencana memperluas jaringan ruang kreatif di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah yang memiliki potensi budaya tinggi namun masih minim sarana. Program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi budaya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif.
Secara keseluruhan, ruang kreatif tidak hanya menjadi tempat berkarya, melainkan juga menjadi medan strategis untuk menjaga keanekaragaman budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.




