Mendagri: Program Bedah Rumah Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah
Mendagri: Program Bedah Rumah Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah

Mendagri: Program Bedah Rumah Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah

Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hunian rakyat melalui Program Bedah Rumah. Program ini merupakan bagian dari kebijakan terintegrasi yang bertujuan memperbaiki kondisi rumah tidak layak huni, terutama di wilayah‑wilayah yang terdampak bencana atau memiliki tingkat kemiskinan tinggi.

Program Bedah Rumah diluncurkan dengan tiga fase utama: identifikasi rumah yang membutuhkan perbaikan, pelaksanaan renovasi, dan monitoring pasca‑renovasi. Pemerintah menargetkan renovasi lebih dari 500 ribu unit rumah dalam lima tahun ke depan, dengan anggaran yang dialokasikan dari APBN serta dana bantuan provinsi dan daerah.

  • Identifikasi: Tim lintas sektoral melakukan survei lapangan dan verifikasi data melalui aplikasi digital untuk memastikan rumah yang masuk kategori tidak layak huni.
  • Renovasi: Pekerjaan meliputi perbaikan struktur bangunan, pemasangan instalasi listrik dan air bersih, serta perbaikan sanitasi. Seluruh proses dikerjakan oleh kontraktor terakreditasi yang mengikuti standar keamanan.
  • Monitoring: Setelah renovasi selesai, tim pengawas melakukan inspeksi berkala selama dua tahun untuk menjamin keberlanjutan kualitas hunian.

Dalam sambutannya, Mendagri menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang paling membutuhkan. “Kami ingin setiap warga dapat menikmati rumah yang aman, sehat, dan layak,” ujarnya.

Pemerintah juga melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan sektor swasta dalam pelaksanaan program, sehingga tercipta sinergi yang meningkatkan efisiensi dan transparansi. Selain itu, pendanaan tambahan diharapkan dapat diperoleh melalui skema Public‑Private Partnership (PPP) serta program CSR perusahaan.

Program Bedah Rumah diproyeksikan memberikan dampak sosial‑ekonomi yang signifikan, antara lain meningkatkan kesehatan keluarga, menurunkan risiko kecelakaan rumah, serta meningkatkan nilai properti. Diharapkan pula tercipta lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal dalam proses renovasi.

Ke depannya, Mendagri berencana memperluas cakupan program ke daerah‑daerah dengan potensi risiko bencana tinggi, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mewujudkan Indonesia yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya.