Mendikdasmen: "Deep Learning" Upaya Capai Cita-cita Ideal Pendidikan
Mendikdasmen: "Deep Learning" Upaya Capai Cita-cita Ideal Pendidikan

Mendikdasmen: “Deep Learning” Upaya Capai Cita-cita Ideal Pendidikan

Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mut’i, menegaskan bahwa konsep deep learning menjadi landasan strategis untuk mewujudkan cita‑cita pendidikan ideal di Indonesia. Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Senin, beliau menjelaskan bahwa pendekatan ini menekankan pada pemahaman konseptual yang mendalam, bukan sekadar penguasaan fakta.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Kementerian menyiapkan beberapa tahapan utama:

  • Penyusunan kurikulum: Integrasi kompetensi lintas disiplin dan proyek berbasis masalah.
  • Pelatihan guru: Program sertifikasi nasional yang menekankan metodologi pembelajaran interaktif dan penggunaan teknologi digital.
  • Peningkatan infrastruktur: Penyediaan perangkat keras, jaringan internet, serta platform pembelajaran daring yang terstandarisasi.
  • Evaluasi berkelanjutan: Mekanisme penilaian formatif yang mengukur proses belajar, bukan hanya hasil akhir.

Mut’i juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. “Kita perlu sinergi yang kuat agar inovasi pedagogik tidak hanya menjadi wacana, melainkan praktik yang terasa di kelas,” ujar sang Menteri.

Implementasi deep learning akan dimulai pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pada tahun ajaran 2025/2026, dengan pilot project di lima provinsi prioritas. Pemerintah menargetkan peningkatan rata‑rata nilai kompetensi dasar (KKM) sebesar 15 % dalam tiga tahun pertama.

Para pakar menilai langkah ini sebagai respons yang tepat terhadap tantangan globalisasi dan transformasi digital. Namun, mereka mengingatkan bahwa keberhasilan sangat bergantung pada kesiapan guru dan ketersediaan sumber daya di daerah terpencil.