Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Di tengah hiruk‑pikuk kota Surabaya, Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali menjadi sorotan publik setelah mengumumkan rencana penangkaran spesies naga air yang langka. Proyek ini bukan sekadar menambah koleksi, melainkan upaya konservasi yang menghubungkan tiga elemen penting: keberadaan naga, dinamika kota, dan keamanan jalur migrasi satwa.
Rencana penangkaran dimulai sejak awal tahun ini, melibatkan tim ahli herpetologi, dokter hewan, dan pihak berwenang kota. Mereka menyiapkan habitat buatan yang meniru ekosistem alami naga air, lengkap dengan kolam berpasir, vegetasi air, serta suhu dan kelembapan yang terkontrol.
Berikut langkah‑langkah utama yang telah dilaksanakan:
- Pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap naga yang akan dipindahkan dari habitat asalnya.
- Pembangunan kandang khusus dengan sistem sirkulasi air dan pencahayaan yang meniru siklus siang‑malam alami.
- Pelatihan staf KBS dalam penanganan spesies berbahaya dan prosedur evakuasi darurat.
- Kolaborasi dengan lembaga konservasi nasional untuk pemantauan genetik dan reproduksi.
Selain aspek teknis, proyek ini menimbulkan perdebatan di kalangan warga kota. Sebagian mengkhawatirkan dampak kebisingan dan potensi bahaya bagi penduduk sekitar, sementara yang lain menilai kehadiran naga sebagai daya tarik wisata edukatif yang dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian satwa liar.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, pemerintah kota Surabaya telah menyiapkan rencana mitigasi, antara lain:
- Pemasangan pagar pengaman berstandar tinggi di sekitar area penangkaran.
- Pengawasan 24 jam oleh tim keamanan dan satwa.
- Penyuluhan publik melalui program sekolah dan media lokal.
Jika berhasil, penangkaran ini dapat menjadi contoh bagi kota‑kota lain dalam mengintegrasikan konservasi satwa ke dalam lingkungan urban tanpa mengorbankan keamanan warga. Jalan pulang naga‑naga ini, yang sebelumnya terancam punah, diharapkan dapat kembali ke alam liar melalui program pelepasliaran terkontrol di masa depan.







