Menjelang Muktamar Ke-35, Nama Gus Hery Haryanto Azumi Muncul sebagai Kandidat Ketua Umum PBNU
Menjelang Muktamar Ke-35, Nama Gus Hery Haryanto Azumi Muncul sebagai Kandidat Ketua Umum PBNU

Menjelang Muktamar Ke-35, Nama Gus Hery Haryanto Azumi Muncul sebagai Kandidat Ketua Umum PBNU

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Majelis Permusyawaratan Nahdlatul Ulama (Muktamar) ke-35 akan diselenggarakan dalam beberapa bulan mendatang, menandai momentum penting bagi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dalam menentukan kepemimpinan baru. Salah satu nama yang kini semakin menonjol dalam proses pemilihan Ketua Umum (Ketum) adalah Gus Hery Haryanto Azumi.

Gus Hery, yang dikenal sebagai ulama berpengalaman dan aktif dalam bidang pendidikan serta dakwah, telah mendapatkan dukungan luas dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, serta lembaga-lembaga afiliasi PBNU. Dukungan tersebut mencakup surat rekomendasi dari beberapa cabang wilayah, serta pernyataan terbuka dari para tokoh senior yang menilai kepemimpinannya bersifat progresif dan inklusif.

Visi Gus Hery menekankan tiga pilar utama:

  • Penguatan basis pendidikan pesantren dan sekolah formal berbasis nilai-nilai Islam yang moderat.
  • Peningkatan peran PBNU dalam dialog lintas agama serta kontribusi aktif dalam kebijakan publik.
  • Pemberdayaan ekonomi umat melalui program kewirausahaan dan pendampingan UMKM.

Secara operasional, tim kampanye Gus Hery telah membentuk tim kerja yang mencakup bidang strategi komunikasi, riset kebijakan, dan mobilisasi anggota di tingkat daerah. Mereka berencana mengadakan serangkaian forum diskusi serta kunjungan ke berbagai daerah untuk mendengarkan aspirasi anggota PBNU.

Proses pemilihan Ketum PBNU dijadwalkan akan dimulai dengan verifikasi calon pada awal tahun 2027, diikuti dengan musyawarah internal dan pemungutan suara pada Muktamar ke-35. Jika terpilih, Gus Hery Haryanto Azumi diproyeksikan akan mengarahkan PBNU menuju era yang lebih modern, tetap berpegang pada nilai-nilai tradisional sekaligus membuka ruang inovasi dalam pelayanan umat.