MenPPPA Ajak Peran Aktif Lindungi Anak di Pendidikan Keagamaan
MenPPPA Ajak Peran Aktif Lindungi Anak di Pendidikan Keagamaan

MenPPPA Ajak Peran Aktif Lindungi Anak di Pendidikan Keagamaan

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan pentingnya peran serta perempuan dalam melindungi hak-hak anak khususnya pada ranah pendidikan keagamaan. Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Senin, beliau menekankan bahwa lingkungan pendidikan keagamaan memiliki potensi besar untuk membentuk karakter anak, namun juga memerlukan pengawasan ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan atau eksploitasi.

Arifah Fauzi menegaskan bahwa perlindungan anak tidak boleh terbatas pada aspek fisik saja, melainkan juga mencakup keamanan psikologis dan spiritual. Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sejak 2022 tercatat peningkatan kasus pelecehan anak di institusi pendidikan keagamaan sebesar 12 persen, yang menandakan perlunya langkah preventif lebih intensif.

Untuk menanggapi tantangan tersebut, Menteri mengusulkan beberapa langkah konkret yang dapat diimplementasikan oleh para pemuka agama, tenaga pengajar, dan khususnya perempuan sebagai agen perubahan:

  • Meningkatkan pelatihan bagi guru dan pendidik keagamaan tentang hak-hak anak serta mekanisme pelaporan kasus penyalahgunaan.
  • Mengaktifkan jaringan ibu-ibu di lingkungan sekolah dan lembaga keagamaan sebagai pengawas informal yang dapat mendeteksi tanda-tanda risiko.
  • Mendorong penyusunan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai perlindungan anak dalam pelajaran agama.
  • Memfasilitasi layanan konseling dan dukungan psikologis bagi anak yang mengalami trauma.

Selain itu, Menteri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara Kementerian PPPA, Kementerian Agama, serta organisasi non‑pemerintah yang bergerak di bidang perlindungan anak. Ia berharap perempuan dapat menjadi garda terdepan, baik sebagai orang tua, guru, maupun relawan, dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung pertumbuhan spiritual anak.

Arifah Fauzi menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama‑sama menegakkan komitmen nasional dalam melindungi anak, terutama di lingkungan pendidikan keagamaan, demi terciptanya generasi yang sehat, berkarakter, dan terhindar dari segala bentuk kekerasan.