Frankenstein45.Com – 02 Juni 2026 | Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tengah memperkuat upaya skrining hepatitis B dan C melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini dirancang untuk menjangkau hampir seluruh penduduk, dengan target mengidentifikasi 90 persen orang berisiko dalam lima tahun ke depan.
Berikut poin-poin utama yang dijelaskan oleh Menkes terkait pelaksanaan CKG:
- CKG dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas dan posyandu, sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
- Setiap peserta CKG akan menerima paket skrining hepatitis B dan C secara gratis, meliputi tes rapid antigen dan konfirmasi laboratorium bila diperlukan.
- Data hasil skrining akan terintegrasi dalam sistem informasi kesehatan nasional untuk memudahkan pemantauan dan penanggulangan lebih lanjut.
- Jika hasil positif, peserta akan langsung diarahkan ke layanan penanggulangan, termasuk pemberian antiviral dan edukasi pencegahan.
Pemerintah menargetkan pencapaian 90 persen skrining pada akhir 2026. Berikut perkiraan capaian tahunan:
| Tahun | Persentase Skrining |
|---|---|
| 2023 | 55% |
| 2024 | 70% |
| 2025 | 82% |
| 2026 | 90% |
Program CKG tidak hanya bertujuan meningkatkan deteksi dini, tetapi juga mengurangi beban penyakit kronis yang disebabkan oleh hepatitis B dan C. Dengan deteksi lebih awal, angka komplikasi seperti sirosis hati dan kanker hati diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan tenaga medis di daerah terpencil, ketersediaan alat tes yang memadai, serta kebutuhan edukasi masyarakat tentang pentingnya skrining. Menkes menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta untuk mengoptimalkan sumber daya.
Jika target tercapai, Indonesia akan berada pada jalur yang tepat untuk menurunkan prevalensi hepatitis B dan C secara nasional, sejalan dengan komitmen pada agenda kesehatan dunia.




