Frankenstein45.Com – 02 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 2 Juni 2026. Pengangkatan ini menggantikan posisi Dadan Hindayana yang sekaligus dicopot bersama dua wakil kepala BGN, Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Penunjukan Nanik diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan.
Latar Belakang dan Karier Jurnalisme
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia memulai karier jurnalistiknya di Tabloid Bangkit, bagian dari jaringan media Kompas Gramedia, sebelum melanjutkan ke posisi manajerial di Kelompok Media Peluang (KMP). Selama menjadi wartawati, Nanik dikenal kritis terhadap isu-isu sosial, ekonomi, dan politik, serta sering melakukan peliputan lapangan yang menyoroti masalah kemiskinan dan gizi.
Peran Politik dan Kedekatan dengan Prabowo
Karier politik Nanik dimulai pada Pilpres 2019, ketika ia ditunjuk Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur (BKN) untuk pasangan Prabowo Subianto‑Sandiaga Uno. Kedekatannya dengan Prabowo terus terjalin hingga ia dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024‑2029 pada Oktober 2024. Pada 17 September 2025, Nanik diangkat menjadi Wakil Kepala BGN, sekaligus melepaskan jabatan sebelumnya di BP Taskin.
Pengangkatan Sebagai Kepala BGN
Pengangkatan Nanik sebagai Kepala BGN menandai perubahan struktural di lembaga yang bertanggung jawab atas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai kepala baru, ia akan mengawasi pelaksanaan program gizi nasional, memperkuat koordinasi antar‑instansi, serta memperluas jaringan monitoring lapangan. Penunjukan ini juga disertai penunjukan dua wakil kepala baru: Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Kekayaan yang Tercatat
- Total harta bersih: Rp6.303.290.605 (LHKPN 17 Januari 2025).
- Aset utama berupa tanah dan bangunan, terutama di wilayah Depok dan Bekasi.
- Kendaraan: tiga mobil dengan nilai total sekitar Rp705.000.000.
- Kas dan setara kas: Rp196.290.605.
Laporan LHKPN menunjukkan Nanik tidak memiliki utang, sehingga seluruh aset tercatat sebagai kekayaan bersih. Kepemilikan properti dan kendaraan dilaporkan sebagai hasil usaha pribadi.
Reaksi Legislator dan Publik
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyambut positif penunjukan Nanik, menyoroti rekam jejaknya dalam kerja lapangan dan penutupan dapur yang tidak memenuhi standar. Dasco menekankan bahwa Nanik telah melakukan monitoring intensif dan memiliki integritas tinggi, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas BGN.
Di media sosial, publik membagi pendapat antara harapan tinggi atas pengalaman Nanik di bidang media dan kekhawatiran terkait akumulasi kekayaan pribadi. Namun, mayoritas komentar menilai bahwa latar belakang jurnalistiknya dapat memberikan perspektif yang lebih kritis dalam pengawasan program gizi.
Harapan Kedepan
Dengan latar belakang jurnalistik, pengalaman politik, dan posisi strategis dalam pemerintahan, Nanik S Deyang diharapkan dapat memperkuat transparansi serta akuntabilitas BGN. Program MBG, yang menjadi prioritas pemerintah Prabowo‑Gibran, diproyeksikan akan mendapat dorongan melalui pendekatan berbasis data dan pemantauan lapangan yang intensif.
Secara keseluruhan, penunjukan Nanik S Deyang menandai fase baru bagi Badan Gizi Nasional, dengan harapan bahwa kepemimpinan yang berpengalaman di bidang media dan politik akan mempercepat pencapaian target gizi nasional serta menurunkan prevalensi gizi buruk di Indonesia.




