Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pemerintah tidak akan mengaktifkan Dana Stabilisasi Obligasi (DSO) yang sempat direncanakan sebelumnya. Keputusan ini diambil setelah menilai kondisi pasar obligasi domestik yang masih dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga global dan arus keluar modal.
Alih-alih mengandalkan DSO, pemerintah memilih untuk memanfaatkan kas negara serta Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai instrumen utama dalam menstabilkan pasar obligasi. Kas yang tersedia diperkirakan cukup untuk melakukan intervensi terbatas, sementara SAL dapat digunakan untuk menambah likuiditas dan menurunkan beban biaya pinjaman bagi penerbit obligasi.
Langkah-langkah utama yang akan diambil meliputi:
- Penyesuaian tingkat suku bunga obligasi pemerintah secara berkala untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar.
- Penyediaan likuiditas tambahan melalui penjualan obligasi negara pada periode tertentu.
- Penggunaan SAL untuk menutupi selisih antara permintaan dan penawaran obligasi, sehingga menghindari lonjakan harga yang berlebihan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala. Jika kondisi pasar obligasi menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan yang signifikan, opsi pengaktifan DSO tetap akan dipertimbangkan kembali.




