Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengundang pemerintah Belanda untuk meningkatkan kerja sama dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Undangan tersebut disampaikan dalam pertemuan virtual yang dihadiri pejabat tinggi kedua negara, serta perwakilan institusi terkait di bidang air dan lingkungan.
AHY menekankan pentingnya mengoptimalkan pengalaman Belanda yang telah terbukti dalam bidang rekayasa hidrologi, pengolahan air bersih, serta mitigasi banjir. Menurutnya, tantangan perubahan iklim dan urbanisasi cepat menuntut Indonesia untuk memperkuat sistem pengelolaan air yang berkelanjutan.
Beberapa bidang kerja sama yang dibahas meliputi:
- Transfer teknologi pengolahan air minum dan sanitasi yang ramah lingkungan;
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan, beasiswa, dan pertukaran ahli;
- Pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir berbasis solusi berbasis alam (nature‑based solutions);
- Pengembangan sistem monitoring kualitas air yang terintegrasi dengan data satelit dan sensor IoT;
- Kolaborasi riset bersama antara universitas dan lembaga penelitian di kedua negara.
Selain itu, kedua pihak sepakat untuk menyusun rencana aksi jangka menengah yang mencakup pilot project di beberapa daerah rawan banjir, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan. Proyek percontohan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dan mempercepat implementasi kebijakan air nasional.
AHY juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menyesuaikan regulasi dan kebijakan fiskal guna mempermudah investasi asing di sektor air. Ia menambahkan bahwa dukungan Belanda tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga mencakup pembiayaan dengan skema yang menarik bagi sektor publik dan swasta.
Pertemuan ini menandai langkah awal yang signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia‑Belanda, khususnya di sektor strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan ketahanan lingkungan.




