Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Menko Koordinator Bidang Pembangunan (Menko) Agung Setia Budi, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, memaparkan rangkaian langkah taktis pemerintah dalam memperluas jaringan kereta api nasional. Dalam sebuah acara yang disiarkan secara daring, ia menekankan pentingnya integrasi lintas moda, peningkatan kapasitas, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mengoptimalkan operasional.
Beberapa langkah utama yang disampaikan antara lain:
- Pengembangan koridor strategis: Fokus pada jalur-jalur yang menghubungkan kota besar dengan pusat industri, seperti Jakarta‑Bandung, Jakarta‑Surabaya, dan jalur lintas Sumatera.
- Modernisasi infrastruktur: Renovasi jalur eksisting, penggantian rel lama, serta pembangunan stasiun modern yang dilengkapi fasilitas penumpang yang memadai.
- Peningkatan kapasitas dan frekuensi: Penambahan rangkaian kereta listrik (KRL) dan kereta berkecepatan tinggi (HSR) serta penyesuaian jadwal untuk mengurangi kepadatan pada jam sibuk.
- Pembiayaan berbasis kemitraan: Mengundang investor swasta melalui skema Public‑Private Partnership (PPP) dan penerbitan obligasi infrastruktur khusus transportasi.
- Digitalisasi operasional: Implementasi sistem manajemen berbasis AI, monitoring real‑time, serta tiket elektronik terintegrasi dengan aplikasi transportasi lainnya.
- Pemeliharaan berkelanjutan: Pembentukan pusat layanan pemeliharaan (maintenance hub) yang terlokasi strategis, serta pelatihan tenaga kerja dengan standar internasional.
Menko AHY juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam mendukung proyek-proyek tersebut, termasuk penyediaan lahan, perizinan yang dipercepat, serta sinergi dengan kebijakan pembangunan kawasan industri.
Dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan jaringan kereta api sebagai tulang punggung mobilitas nasional, diharapkan jaringan kereta dapat menjangkau lebih dari 80% wilayah penduduk pada akhir dekade ini, sekaligus menurunkan emisi karbon dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.




